Ilustrasi - Hari Lansia Internasional setiap 1 Oktober (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 1 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Lansia Internasional (International Day of Older Persons).
Peringatan tahunan yang digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai dinamika penuaan populasi, sekaligus memperjuangkan hak-hak serta kesejahteraan warga lanjut usia (lansia) di seluruh dunia.
Penetapan Hari Lansia Internasional diresmikan melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 45/106 pada 14 Desember 1990. Perayaan pertamanya kemudian digelar secara global pada 1 Oktober 1991.
Langkah historis ini merupakan kelanjutan dari inisiatif Vienna International Plan of Action on Ageing tahun 1982, yang menjadi cetak biru internasional pertama dalam menangani berbagai tantangan terkait penuaan populasi dunia.
Situs resmi PBB dan berbagai laporan media internasional menyoroti bahwa tren demografi global saat ini tengah mengalami pergeseran signifikan.
Jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas terus meningkat pesat seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup dan menurunnya tingkat kelahiran di berbagai negara.
Di Indonesia sendiri, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki fase aging population (penuaan populasi), di mana proporsi penduduk lansia sudah melampaui angka 10 persen dari total populasi.
Fenomena ini membawa tantangan tersendiri, terutama dalam penyediaan infrastruktur kesehatan yang ramah lansia serta jaminan perlindungan sosial yang memadai.
Melalui momentum 1 Oktober, PBB bersama berbagai organisasi non-pemerintah secara konsisten menyuarakan beberapa pilar utama kesejahteraan lansia:
Perlindungan Hak Asasi dan Dekriminasi Usia (Ageism): Memerangi stigma dan diskriminasi berbasis usia yang kerap membatasi akses lansia terhadap lapangan kerja, layanan publik, dan kehidupan bermasyarakat.
Akses Layanan Kesehatan dan Perawatan Jangka Panjang: Mendorong pemerintah di berbagai negara untuk memperkuat sistem kesehatan inklusif, termasuk akses terhadap perawatan kognitif seperti penanganan demensia dan alzheimer.
Kemandirian dan Perlindungan Finansial: Memastikan tersedianya dana pensiun dan jaminan sosial yang adil agar para lansia dapat hidup mandiri dan bermartabat tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pihak luar.
Peringatan Hari Lansia Internasional setiap 1 Oktober menjadi pengingat penting bagi seluruh lapisan masyarakat dan pembuat kebijakan bahwa lansia bukanlah beban pembangunan.
Melainkan bagian integral dari keluarga dan bangsa yang memiliki pengalaman serta kontribusi bernilai tinggi bagi generasi penerus.
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB