Ilustrasi - Hari Podcast Internasional setiap 30 September, ini sejarahnya (Foto: Freepik)
Jakarta, Jurnas.com - Di era digital saat ini, podcast atau siniar telah bertransformasi menjadi salah satu media audio paling populer di dunia.
Dari pembahasan topik berita, komedi, edukasi, hingga kisah kriminal (true crime), jutaan pendengar mengakses konten suara ini setiap harinya.
Untuk merayakan perkembangan industri audio digital ini, dunia memperingati Hari Podcast Internasional (International Podcast Day) setiap tanggal 30 September.
Peringatan ini menjadi ruang apresiasi bagi para pembuat konten (podcaster), produser, hingga pendengar setianya yang terus menghidupkan ekosistem penyiaran berbasis internet tersebut.
Melansir dari beberapa sumber, gagasan awal perayaan ini diinisiasi oleh Steve Lee, pendiri platform diskusi Modern TV pada tahun 2014.
Pada mulanya, peringatan ini dinamai National Podcast Day dan diselenggarakan pertama kali di Amerika Serikat pada 30 September 2014.
Kala itu, Steve Lee terinspirasi setelah mendengar siaran radio yang membahas perkembangan podcasting. Ia merasa perlu ada satu hari khusus untuk mempromosikan media audio interaktif ini kepada khalayak yang lebih luas.
Uji coba perdana pada tahun 2014 sukses besar dengan dilaksanakannya siaran langsung (live streaming) selama 6 jam nonstop yang melibatkan berbagai podcaster dari seluruh AS.
Kesuksesan perayaan perdana tersebut mendapat respons luar biasa dari para kreator konten di berbagai negara.
Menyadari bahwa pendengar dan pembuat podcast tersebar di seluruh penjuru dunia tanpa dibatasi batas negara, Steve Lee beserta timnya memutuskan untuk mengubah nama dan skala peringatan ini.
Secara resmi pada tahun 2015, nama perayaan diubah menjadi International Podcast Day.
Sejak saat itu, tanggal 30 September rutin dirayakan secara global melalui gelaran live streaming maraton, lokakarya (workshop), diskusi panel daring, hingga kampanye media sosial yang melibatkan podcaster dari puluhan negara.
Istilah podcast sendiri pertama kali dicetuskan oleh jurnalis Ben Hammersley pada tahun 2004, hasil gabungan kata "iPod" (perangkat pemutar musik Apple) dan "broadcasting" (penyiaran).
Berbeda dengan radio konvensional, podcast menawarkan kebebasan fleksibilitas waktu (on-demand) dan topik yang sangat spesifik (niche).
Di Indonesia sendiri, tren podcast mengalami pertumbuhan pesat sejak kurun 2018–2019 dan kini menjadi salah satu kanal media pilihan utama generasi muda.
Peringatan Hari Podcast Internasional setiap 30 September menjadi pengingat akan kekuatan suara (power of voice) dalam menghubungkan manusia, membagikan pengetahuan, serta memberikan ruang bagi narasi-narasi independen di seluruh dunia.
Selasa, 29/09/2026 21:58 WIB
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB