https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hari Penghapusan Senjata Nuklir 26 September, Ini Sejarah dan Tujuannya

Vaza Diva | Sabtu, 26/09/2026 04:04 WIB



Masyarakat internasional memperingati Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir pada 26 September. Ilustrasi - Masyarakat internasional memperingati Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir setiap 26 September (Foto: AP Photo/Vahid Salemi)

Jakarta, Jurnas.com - Masyarakat internasional memperingati Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir (International Day for the Total Elimination of Nuclear Weapons) pada 26 September.

Peringatan tahunan yang diusung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini menjadi momentum global untuk memperkuat seruan pelucutan senjata pemusnah massal dan mencegah potensi bencana kemanusiaan akibat perang nuklir.

Sejarah peringatan ini bermula dari Sidang Majelis Umum PBB pada Desember 2013 melalui Resolusi 68/32.

Baca juga :
Sejarah Hari Kesadaran Ataksia yang Diperingati Setiap 25 September

Penetapan tanggal 26 September secara khusus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran publik dunia mengenai ancaman nyata senjata nuklir terhadap keberlangsungan hidup manusia, sekaligus mendesak negara-negara pemilik kekuatan nuklir untuk segera memusnahkan persenjataan mereka secara total, transparan, dan tidak dapat dipulihkan.

Merangkum laporan dari berbagai sumber, seruan pelucutan senjata ini dinilai kian mendesak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Baca juga :
Hari Mimpi Sedunia Setiap 25 September, Ini Sejarah dan Maknanya

PBB mencatat masih ada belasan ribu hulu ledak nuklir yang tersimpan dalam persenjataan dunia. Keberadaan persenjataan tersebut membawa risiko konstan atas penggunaan yang disengaja, salah perhitungan, maupun kecelakaan berkat peningkatan modernisasi militer.

Indonesia sendiri secara konsisten menyuarakan komitmen aktif dalam upaya pelucutan senjata global.

Baca juga :
Mengapa Hari Apoteker Sedunia Diperingati Setiap 25 September?

Melalui Kementerian Luar Negeri, Indonesia terus mendorong ratifikasi Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir (Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons atau TPNW) dan menyerukan pentingnya kawasan bebas senjata nuklir, khususnya di Asia Tenggara melalui Traktat Bangkok.

Peringatan 26 September menegaskan kembali pesan kunci PBB bahwa satu-satunya jaminan mutlak untuk mencegah penggunaan senjata nuklir adalah dengan menghapusnya secara total dari muka bumi.

Dunia yang bebas dari ancaman nuklir dianggap sebagai syarat utama dalam menciptakan perdamaian, keamanan, dan stabilitas global yang berkelanjutan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Penghapusan Total Senjata Nuklir 26 September Peringatan Dunia Bulan September

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777