Ilustrasi topan (Foto: NDTV)
Jakarta, Jurnas.com - Lebih dari 10.000 rumah di Prefektur Chiba yang berbatasan dengan Tokyo masih tanpa layanan listrik, Jumat (25/9), setelah Topan Dujuan membawa curah hujan yang mencapai rekor ke wilayah timur Jepang pada awal pekan ini.
TEPCO Power Grid Inc. memperingatkan pemadaman listrik dapat berlangsung dalam waktu lama karena jalan-jalan di berbagai wilayah terhalang tanah longsor dan pohon tumbang. Kondisi tersebut menyebabkan petugas di sejumlah lokasi bahkan belum dapat memeriksa fasilitas yang rusak.
Perusahaan listrik tersebut mengatakan puluhan rumah di Prefektur Kanagawa yang berdekatan dengan Chiba juga masih tanpa listrik pada Jumat. Di Prefektur Chiba, sekitar 2.700 rumah tangga tidak mendapat pasokan air bersih hingga Kamis siang, menurut pemerintah daerah setempat.
Shoji Sakuma (63), seorang pengusaha di Ichihara, kota di Chiba yang mengalami pemadaman listrik paling banyak, mengatakan rumahnya masih tanpa listrik sejak Senin malam.. Panel surya di rumahnya masih menyediakan sedikit listrik, tetapi tidak mencukupi.
“Cuacanya panas dan saya tidak bisa menggunakan pendingin udara, jadi saya berencana tidur di mobil,” katanya. Rumahnya juga tidak mendapat pasokan air bersih, sementara belum diketahui kapan kedua layanan tersebut akan kembali normal.
Di Kimitsu, tempat gangguan pasokan air masih meluas, Ayumi Kono (32), membawa sekitar 60 liter air dari lokasi distribusi ke rumahnya.
Kono menggunakan piring kertas dan sumpit sekali pakai untuk menghemat air, tetapi mengatakan, “Toilet adalah masalah terbesar.”
Topan tersebut menewaskan 11 orang - tujuh orang di Prefektur Chiba dan empat orang di Prefektur Kanagawa - serta menyebabkan tiga orang hilang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Jum'at, 25/09/2026 18:47 WIB