Serangan Rusia di Kyiv menghantam sebuah apartemen (Foto: Reuters)
Kyiv, Jurnas.com - Sebuah serangan pesawat nirawak Rusia menghantam gedung bertingkat di pusat kota Kyiv pada Jumat pagi (25/9), menewaskan seorang anak dan melukai sedikitnya tujuh orang lainnya.
Di saat yang sama, serangan terpisah di wilayah Odesa di bagian selatan Ukraina turut memakan korban jiwa, sebagaimana laporan Reuters yang dikutip Straits Times.
Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa korban tewas di Kyiv adalah seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun. Drone tersebut menghantam bangunan kediaman 16 lantai di Distrik Pechersk yang berada di kawasan pusat ibu kota.
Jurnalis Reuters yang berada di lokasi melaporkan terdengarnya suara ledakan keras di sekitar pusat kota tak lama sebelum dampak kerusakan terlihat.
Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia gencar mengarahkan rentetan serangan drone berkecepatan tinggi dan terbang tinggi menuju Kyiv serta area sekitarnya untuk menyulitkan sistem pertahanan udara Ukraina dalam melakukan pencegatan. Petugas layanan darurat melaporkan bahwa serangan semalam juga memicu kebakaran di sejumlah bangunan non-pemukiman di dua distrik kota.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi pelaksanaan serangan drone semalam, namun menyatakan bahwa sasaran tembak dialamatkan pada fasilitas industri pertahanan, pusat logistik, serta kapal-kapal yang digunakan oleh angkatan bersenjata Ukraina. Moskow secara konsisten membantah tuduhan menargetkan warga sipil secara sengaja.
Secara terpisah, Gubernur Wilayah Odesa Oleh Kiper melaporkan bahwa satu orang tewas dan satu lainnya mengalami luka-luka akibat serangkaian serangan masif Rusia yang menghantam kawasan pemukiman serta fasilitas logistik milik operator pos setempat.
Eskalasi serangan udara ini terjadi setelah militer Ukraina sebelumnya melancarkan gelombang serangan drone balasan ke wilayah ibu kota Moskow dan sekitarnya.
Serangan balasan Kyiv tersebut sempat memaksa otoritas Rusia menutup sementara beberapa bandara utama serta mengaktifkan sistem pertahanan udara di kawasan ibu kota guna memblokir puluhan nirawak yang menyasar infrastruktur strategis Rusia.
Jum'at, 25/09/2026 14:31 WIB
Jum'at, 25/09/2026 08:08 WIB