https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Yaman Minta Dunia Lebih Serius Menumpas Milisi Houthi

Mutiul Alim | Jum'at, 25/09/2026 13:35 WIB



Wakil Presiden Yaman Abdullah Al-Alimi Bawazir mendesak tindakan dunia internasional lebih tegas untuk memulihkan institusi negara dan menumpas milisi Houthi. Wakil Presiden Yaman, Abdullah Al-Alimi Bawazir (Foto: Arab News)

London, Jurnas.com - Wakil Presiden Yaman, Abdullah Al-Alimi Bawazir, mendesak tindakan dunia internasional lebih tegas untuk memulihkan institusi negara dan menumpas milisi Houthi. Dia memperingatkan bahwa instabilitas di Yaman terus mengancam keamanan serta jalur perdagangan global di Selat Bab Al-Mandab yang strategis.

Saat menyampaikan pidatonya dalam Sidang Majelis Umum PBB pada Kamis (24/9) kemarin, Bawazir mengungkapkan bahwa konflik yang telah berlangsung selama 12 tahun telah merampas stabilitas dan masa depan satu generasi warga Yaman.

"Bagi seorang anak Yaman, 12 tahun adalah seluruh masa kecilnya. Generasi saat ini dilahirkan di tengah perang, kelaparan, ketakutan, dan senjata," ujar Bawazir dikutip dari Arab News pada Jumat (25/9).

Baca juga :
Kunjungan Netanyahu ke New York Sinyal Keretakan AS-Israel

Dia menegaskan bahwa pemerintah Yaman telah melakukan konsesi signifikan dan menerima peta jalan perdamaian usulan Arab Saudi-Oman. Namun, Houthi menolak inisiatif tersebut dan memanfaatkan jeda kemanusiaan untuk memperkuat kapasitas militer mereka.

Bawazir menuding Houthi menjadikan Selat Bab Al-Mandab, salah satu jalur perairan terpenting di dunia, sebagai alat tekanan dan tawar-menawar dalam konfrontasi Iran dengan dunia.

Baca juga :
Tegas, Presiden Iran Takkan Bebaskan Selat Hormuz selama Ada Sanksi

Karena itu, Yaman menyambut baik pendekatan tegas yang diambil oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump terhadap kelompok Houthi.

"Pemerintah Yaman mengapresiasi pemahaman jelas Presiden Trump tentang satu-satunya bahasa yang dipahami oleh kelompok teroris ini—bahwa itu adalah bahasa ketegasan," tegas Bawazir.

Baca juga :
Pasukan Yaman Kuasai Penuh Gunung Qarfan dari Houthi

Lebih lanjut, dia mengkritik respons internasional yang dinilainya kurang tegas. Menurut dia, resolusi PBB saja tidak menciptakan perdamaian. Dikatakan, resolusi internasional tanpa kehendak politik untuk melaksanakannya tidak akan menghentikan perang.

Bawazir menekankan bahwa perlindungan navigasi maritim tidak cukup hanya dengan mengamankan wilayah laut, melainkan harus dimulai dengan mengeliminasi ancaman di darat melalui pemulihan kedaulatan negara Yaman.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Abdullah Al-Alimi Bawazir Majelis Umum PBB Bab Al-Mandab Houthi Yaman

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777