Wakil Presiden Yaman, Abdullah Al-Alimi Bawazir (Foto: Arab News)
London, Jurnas.com - Wakil Presiden Yaman, Abdullah Al-Alimi Bawazir, mendesak tindakan dunia internasional lebih tegas untuk memulihkan institusi negara dan menumpas milisi Houthi. Dia memperingatkan bahwa instabilitas di Yaman terus mengancam keamanan serta jalur perdagangan global di Selat Bab Al-Mandab yang strategis.
Saat menyampaikan pidatonya dalam Sidang Majelis Umum PBB pada Kamis (24/9) kemarin, Bawazir mengungkapkan bahwa konflik yang telah berlangsung selama 12 tahun telah merampas stabilitas dan masa depan satu generasi warga Yaman.
"Bagi seorang anak Yaman, 12 tahun adalah seluruh masa kecilnya. Generasi saat ini dilahirkan di tengah perang, kelaparan, ketakutan, dan senjata," ujar Bawazir dikutip dari Arab News pada Jumat (25/9).
Dia menegaskan bahwa pemerintah Yaman telah melakukan konsesi signifikan dan menerima peta jalan perdamaian usulan Arab Saudi-Oman. Namun, Houthi menolak inisiatif tersebut dan memanfaatkan jeda kemanusiaan untuk memperkuat kapasitas militer mereka.
Bawazir menuding Houthi menjadikan Selat Bab Al-Mandab, salah satu jalur perairan terpenting di dunia, sebagai alat tekanan dan tawar-menawar dalam konfrontasi Iran dengan dunia.
Karena itu, Yaman menyambut baik pendekatan tegas yang diambil oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump terhadap kelompok Houthi.
"Pemerintah Yaman mengapresiasi pemahaman jelas Presiden Trump tentang satu-satunya bahasa yang dipahami oleh kelompok teroris ini—bahwa itu adalah bahasa ketegasan," tegas Bawazir.
Lebih lanjut, dia mengkritik respons internasional yang dinilainya kurang tegas. Menurut dia, resolusi PBB saja tidak menciptakan perdamaian. Dikatakan, resolusi internasional tanpa kehendak politik untuk melaksanakannya tidak akan menghentikan perang.
Bawazir menekankan bahwa perlindungan navigasi maritim tidak cukup hanya dengan mengamankan wilayah laut, melainkan harus dimulai dengan mengeliminasi ancaman di darat melalui pemulihan kedaulatan negara Yaman.
Jum'at, 25/09/2026 08:08 WIB