https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Belanda Beri Syarat ke Israel jika Ingin Bersahabat Lagi

Mutiul Alim | Jum'at, 25/09/2026 13:45 WIB



Belanda mengambil langkah tegas dengan membangun koalisi internasional, guna memfasilitasi evakuasi medis 1.000 anak yang sakit dan terluka dari Gaza. Menteri Kerja Sama Pembangunan dan Perdagangan Luar Negeri Belanda, Sjoerd Sjoerdsma (Foto: Arab News)

New York, Jurnas.com - Belanda yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Israel di Eropa, kini mengambil langkah tegas dengan membangun koalisi internasional, guna memfasilitasi evakuasi medis setidaknya 1.000 anak yang sakit dan terluka dari Gaza.

Langkah ini diambil seiring memburuknya hubungan diplomatik antara kedua negara ke titik terendah akibat eskalasi perang di Gaza.

Menteri Kerja Sama Pembangunan dan Perdagangan Luar Negeri Belanda, Sjoerd Sjoerdsma, menyampaikan hal tersebut di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York.

Baca juga :
PBB Tegaskan Solusi Dua Negara Sudah Final untuk Israel-Palestina

Dia mengecam keras pembatasan bantuan kemanusiaan oleh Israel dan menyertainya dengan alokasi paket bantuan senilai 12 juta euro. Dana tersebut mencakup pembiayaan evakuasi awal 250 anak-anak Gaza yang sakit parah ke Yordania untuk menjalani perawatan.

"Jumlah anak-anak di Gaza yang terluka atau sakit sangat mengejutkan dan ini tidak manusiawi," ujar Sjoerdsma dikutip dari Arab News pada Jumat (25/7).

Baca juga :
PBB Sebut Solusi Dua Negara Jalan Satu Satunya Konflik Palestina

"Sangat tidak dapat diterima bahwa bantuan tidak sampai ke anak-anak ini. Karena itu, kita harus membawa anak-anak tersebut untuk mendapatkan pengobatan," dia menambahkan.

Sjoerdsma menegaskan bahwa krisis di Gaza bukanlah bencana alam, melainkan dampak langsung dari kebijakan pemerintah Israel. Sebagai bentuk penegakan hukum internasional, Belanda secara resmi melarang impor, pembelian, dan penjualan barang-barang dari permukiman ilegal Israel di Tepi Barat.

Baca juga :
Guterres: Perdamaian Timur Tengah Tak Akan Tercapai Tanpa Solusi Dua Negara

Larangan tersebut mencakup layanan pendukung perdagangan dan berpotensi memengaruhi pasar Eropa yang lebih luas karena posisi Belanda sebagai gerbang utama kargo impor.

Langkah Belanda ini kini diikuti oleh lebih dari 10 negara lain, sementara Den Haag juga terus menggalang dukungan di internal Uni Eropa untuk membekukan bagian perdagangan dalam Perjanjian Asosiasi EU-Israel.

Sjoerdsma menekankan bahwa perbaikan hubungan bilateral sangat bergantung pada empat syarat utama dari Israel. Yakni, mematuhi hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional, mengizinkan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza, menghentikan aktivitas permukiman ilegal di Tepi Barat, serta bersikap konstruktif terhadap solusi dua negara.

"Harapan saya kepada rekan-rekan di Israel, Bantu kami memperbarui persahabatan kita. Harap ubah haluan Anda," tegas Sjoerdsma.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sjoerd Sjoerdsma Hubungan Belanda dan Israel Permukiman E1 Israel Solusi Dua Negara

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777