Rabu, 23/09/2026 15:23 WIB

PBB Tegaskan Solusi Dua Negara Sudah Final untuk Israel-Palestina





Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan bahwa tidak ada alternatif selain penerapan solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Para pengunjuk rasa memegang bendera Palestina di luar Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, 26 Januari 2024. Foto: Reuters

New York, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan bahwa tidak ada alternatif selain penerapan solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Peringatan tersebut disampaikan Guterres dalam pertemuan tertutup tingkat tinggi yang dipimpin oleh Prancis dan Arab Saudi, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada Selasa (22/9).

Pertemuan digelar tepat setahun setelah gelombang pengakuan internasional terhadap Palestina oleh Inggris, Prancis, Kanada, dan Australia berdasarkan Deklarasi New York yang disahkan Majelis Umum PBB pada September 2025.

"Meskipun momentum diplomasi sempat menguat, kondisi untuk mewujudkan negara Palestina yang independen, demokratis, utuh, dan berdaulat kini sedang dihapuskan secara sistematis," tegas Guterres dikutip dari Arab News pada Rabu (23/9).

Menunjuk pada keputusan Mahkamah Internasional (ICJ), Guterres menilai kebijakan serta praktik perluasan permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang mengarah pada aneksasi ilegal.

Dia menyoroti lonjakan kekerasan pemukim, pembongkaran rumah, penyitaan lahan, serta pengusiran warga Palestina yang memicu ancaman pembersihan etnis.

Secara khusus, Sekjen PBB mengecam rencana pembangunan permukiman E1 Israel di timur Yerusalem. Dia menegaskan bahwa berlanjutnya proyek tersebut akan memberikan pukulan mematikan bagi prospek berdirinya negara Palestina yang terhubung secara utuh.

Guterres mendesak komunitas internasional untuk mewujudkan dukungan lewat tindakan nyata, termasuk menghentikan ekspansi permukiman, mencegah aneksasi, dan menyatukan Gaza serta Tepi Barat di bawah satu pemerintahan Palestina yang sah.

Dia menegaskan kembali visi akhir berupa dua negara berdaulat yang hidup berdampingan secara damai berdasarkan garis batas sebelum tahun 1967 dengan Yerusalem sebagai ibu kota bersama.

KEYWORD :

Antonio Guterres Solusi Dua Negara Proyek Permukiman E1 Deklarasi New York




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :