https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menlu Nepal: Perubahan Iklim Tanggung Jawab Negara-Negara Kaya

Mutiul Alim | Jum'at, 25/09/2026 13:25 WIB



Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, mendesak negara-negara kaya bertanggung jawab atas perubahan iklim, yang justru dampaknya dirasakan oleh negara miskin Potret sungai pasca banjir bandang dan longsor di sepanjang perbatasan Nepal-China (Foto: Anadolu)

New York, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, mendesak negara-negara kaya bertanggung jawab atas perubahan iklim, yang justru dampaknya dirasakan oleh negara-negara miskin.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul bencana dahsyat yang melanda Nepal pada akhir Agustus lalu, ketika banjir bandang serupa tsunami yang dipicu oleh runtuhnya gunung gletser di perbatasan Nepal-China merusak kawasan pemukiman.

Bencana tersebut menewaskan lebih dari 1.400 orang, menyebabkan 6.000 jiwa masih hilang, serta menimbulkan kerugian ekonomi mencapai miliaran dolar.

Baca juga :
Krisis Iklim, Eddy Soeparno Dorong RUU Pengendalian Perubahan Iklim

"Isu perubahan iklim ini bukan lagi hal yang teoritis. Kejadian ini nyata, dan frekuensi bencana serupa kemungkinan akan lebih sering terjadi dalam beberapa tahun ke depan seiring meningkatnya suhu dan melelehnya gletser," ujar Khanal di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, dikutip dari AFP pada Jumat (25/9).

Khanal menggarisbawahi bahwa kontribusi negaranya terhadap krisis iklim global sangat minim. Lebih dari 90 persen listrik Nepal bersumber dari pembangkit hidro, 70 persen mobil baru berdaya listrik, dan emisi gas rumah kaca Nepal hanya menyumbang 0,1 persen dari total emisi dunia.

Baca juga :
MPR Serap Masukan Guru Besar Unair untuk RUU Pengendalian Perubahan Iklim

"Lantas mengapa kami, yang tidak berkontribusi pada masalah ini, harus menanggung seluruh bebannya secara mandiri?" kata Khanal.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mendesak negara-negara kaya tidak hanya memberikan bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga "menyediakan pembiayaan agar kami dapat membangun komunitas yang tangguh."

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Primata di Hutan Tempat Spesies Baru Terbentuk

Pemerintah Nepal memperkirakan estimasi awal biaya pemulihan bencana mencapai USD$5 miliar. Nepal telah mengajukan permohonan dana sebesar USD$20 juta dari Dana Kerugian dan Kerusakan PBB, jumlah maksimal yang diizinkan meski hanya mencakup sebagian kecil dari total kebutuhan.

Meski mendapat komitmen bantuan awal dari Amerika Serikat sebesar USD$31 juta serta janji dari negara-negara G7 dan Inggris, Khanal menegaskan perlunya bantuan teknis dan finansial jangka panjang.

Bantuan tersebut mencakup pengembangan sistem peringatan dini berbasis satelit guna memantau laju pencairan gletser dan mengantisipasi bencana susulan di masa depan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Shisir Khanal Menlu Nepal Bencana Gletser Nepal Perubahan Iklim

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777