https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Houthi Peringatkan Pakistan dan Turki Tak Ikut Dalam Konflik

Muhammad Habib Saifullah | Selasa, 22/09/2026 14:35 WIB



Pemimpin Houthi Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan Turkiye dan Pakistan agar tidak terlibat dalam konflik. Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea. (Foto: Khaled Abdullah/Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Pemimpin Houthi Yaman, Abdul Malik al-Houthi, memperingatkan Turkiye dan Pakistan agar tidak terlibat dalam konfrontasi yang semakin meningkat antara kelompoknya dengan Arab Saudi.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan melalui saluran televisi al-Masirah yang dikelola Houthi, al-Houthi menuduh Arab Saudi mencari dukungan militer dari Turkiye dan Pakistan seiring meningkatnya konflik, di wilayah Yaman maupun di sepanjang perbatasan Arab Saudi-Yaman.

Dia mendesak kedua negara itu untuk tidak "terseret" dalam konflik demi kepentingan politik atau ekonomi dengan Riyadh.

Baca juga :
AS Tolak Bantu Saudi untuk Serang Langsung Houthi

Al-Houthi juga menuduh Arab Saudi berupaya membawa pejuang dari Suriah untuk terlibat dalam konflik, tanpa memberikan bukti yang mendukung klaim tersebut.

Mengenai kemungkinan deeskalasi, pemimpin Houthi itu mengatakan kelompoknya tidak menuntut "syarat-syarat yang mustahil," seraya kembali menyerukan penghentian operasi militer Arab Saudi dan apa yang disebut Houthi sebagai blokade.

Baca juga :
PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi

Dia menyerukan kepada para pendukungnya untuk mempertahankan mobilisasi dan terus memperkuat kemampuan militer serta keamanan kelompok tersebut di tengah meningkatnya konfrontasi.

Peringatan itu dilontarkan ketika konfrontasi Houthi-Arab Saudi semakin meluas melintasi perbatasan, dengan serangan udara Arab Saudi di Yaman dibalas dengan serangan rudal dan drone Houthi jauh ke dalam wilayah negara kerajaan tersebut.

Baca juga :
Koalisi Arab Ikut Cegat Rudal Balistik Houthi ke Riyadh

Al-Houthi mengatakan pada Senin (21/9) bahwa Arab Saudi telah melancarkan 760 serangan udara sejak eskalasi terbaru dimulai.

Belum ada tanggapan dari Arab Saudi, Turkiye, maupun Pakistan atas pernyataan al-Houthi.

Ketiga negara tersebut menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah pada 7 Agustus di Kota Makkah, Arab Saudi, yang menetapkan bahwa setiap serangan terhadap satu dari ketiga negara penandatangan perjanjian itu akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan pada Sabtu (19/9) pekan lalu mengatakan bahwa Turkiye akan menepati janjinya berdasarkan perjanjian itu dan dapat memberikan bantuan teknis kepada Arab Saudi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Houthi Yaman Turki Pakistan Abdul Malik al Houthi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777