Norwegia memulangkan puluhan warga Rusia dari kawasan Arktik (Foto: AFP)
Oslo, Jurnas.com - Norwegia membantu memulangkan 69 warga negara Rusia yang terdampar di kawasan Arktik (Kutub Utara) pada Selasa (8/9/2026). Insiden ini terjadi setelah kapal milik Rusia disita atas permintaan perusahaan energi milik negara Ukraina, Naftogaz.
Gubernur Svalbard mengumumkan penyitaan kapal Professor Molchanov berdasarkan perintah pengadilan Norwegia. Kapal tersebut selama ini digunakan untuk mengangkut warga antara Rusia dan Barentsburg, sebuah pemukiman tambang Rusia di kepulauan Norwegia yang berjarak 1.000 kilometer di selatan Kutub Utara.
"Setelah dialog yang baik dengan Konsul Jenderal Federasi Rusia di Barentsburg dan perwakilan dari Trust Arktikugol, Gubernur hari ini telah membantu 69 warga negara Rusia kembali ke Rusia," bunyi pernyataan resmi kantor Gubernur Svalbard, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Rabu (9/9).
Seluruh warga Rusia tersebut dipulangkan melalui Kirkenes, sebuah kota di utara Norwegia yang berbatasan langsung dengan wilayah Rusia pada Selasa sore.
Penyitaan kapal dilakukan setelah Naftogaz menuntut ganti rugi sebesar USD$4,2 miliar kepada Rusia atas penyitaan aset-aset miliknya pasca-aneksasi Krimea pada 2014. Pengadilan arbitrase di Den Haag telah memenangkan tuntutan perusahaan Ukraina tersebut pada 2023, keputusan yang diakui secara hukum oleh Norwegia.
Naftogaz mengupayakan penjualan kapal tersebut untuk menutup sebagian klaim ganti rugi. Namun, pengadilan Norwegia menunda keputusan akhir penjualan guna memberikan kesempatan bagi pihak Rusia untuk mengajukan banding atas tindakan penyitaan tersebut.
Kedutaan Besar Rusia di Norwegia mengkritik keras langkah tersebut dan menilai penyitaan kapal sebagai tindakan bermotif politik yang melanggar hukum internasional.
Sementara itu, otoritas Norwegia menegaskan bahwa pihak pemerintah bukan merupakan bagian dari sengketa hukum dan Gubernur Svalbard hanya menjalankan kewajiban mengeksekusi perintah pengadilan.