Potret sungai pasca banjir bandang dan longsor di sepanjang perbatasan Nepal-China (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Korban tewas akibat banjir dan longsor dahsyat yang melanda perbatasan Nepal-China terus bertambah. Hingga Rabu, jumlah korban meninggal mencapai 1.410 orang, sementara lebih dari 5.650 orang masih dinyatakan hilang.
Otoritas Nepal menemukan 10 jenazah tambahan di sejumlah wilayah yang terdampak banjir. Penemuan tersebut membuat jumlah jenazah yang telah berhasil dievakuasi di wilayah Nepal mencapai 1.367 orang.
Menurut Otoritas Nasional Pengurangan dan Penanggulangan Risiko Bencana Nepal, sebanyak 5.132 orang masih hilang di wilayah Nepal. Dari jumlah tersebut, 587 merupakan warga negara asing.
Jika digabungkan dengan data dari China, total orang yang masih hilang di kedua sisi perbatasan mencapai lebih dari 5.650 orang. Sebanyak 848 warga negara asing tercatat dalam keseluruhan data orang hilang dari Nepal dan China.
Di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung, lebih dari 13.600 orang telah berhasil diselamatkan dari wilayah terdampak banjir dan longsor.
Sejumlah operasi penyelamatan bahkan masih dilakukan hingga akhir pekan lalu. Tim di lapangan terus menghadapi tantangan untuk menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya.
Bencana banjir dan longsor tersebut menghantam kawasan perbatasan Nepal-China pada akhir bulan lalu dan menyebabkan kerusakan serta korban dalam jumlah besar.
Di sisi China, jumlah korban tewas akibat longsor besar di Daerah Otonomi Xizang, yang juga dikenal sebagai Tibet, masih tercatat 43 orang.
Sebanyak 519 orang masih hilang, termasuk 261 warga negara asing.
Dengan demikian, pencarian korban masih berlangsung di kedua sisi perbatasan. Besarnya jumlah orang yang belum ditemukan membuat operasi penyelamatan dan pencarian menjadi bagian penting dari penanganan bencana. (*)
Sumber: Anadolu