https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lima Laqab Nabi Muhammad yang Harus Diketahui

Vaza Diva | Sabtu, 22/08/2026 09:09 WIB



Ini berbagai Laqab dari Nabi Muhammad SAW Ilustrasi - lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Allan Feitor)

Jakarta, Jurnas.com - Nabi Muhammad SAW tidak hanya dikenal sebagai utusan terakhir Allah, tetapi juga seorang manusia yang memiliki akhlak mulia.

Sejak sebelum diangkat menjadi Rasul, masyarakat Makkah sudah menghormati beliau dan memberikan berbagai laqab atau gelar yang mencerminkan kepribadian luhur.

Al-Amin (Yang Terpercaya)

Baca juga :
Menelusuri Jejak Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Sejak muda, Nabi Muhammad SAW terkenal jujur dan dapat dipercaya. Sifat ini membuat beliau dijuluki Al-Amin, yang berarti “orang yang amanah”. Bahkan, ketika kaum Quraisy berbeda pendapat mengenai siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad saat renovasi Ka’bah, mereka sepakat menunjuk Muhammad yang dikenal paling adil.

Ash-Shadiq (Yang Jujur)

Baca juga :
Perbedaan Maulid Nabi dan Isra Miraj, Sudah Tahu Belum?

Selain amanah, Nabi juga terkenal tidak pernah berdusta. Perkataan beliau selalu benar, sehingga masyarakat menjulukinya Ash-Shadiq, yaitu “yang jujur”. Gelar ini melekat sebelum beliau menerima wahyu, menandakan integritas beliau sudah diakui luas.

Al-Mahi (Penghapus Kekafiran)

Baca juga :
Ini Parfum yang Paling Disukai Nabi Muhammad

Setelah diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW juga mendapat laqab Al-Mahi, yang artinya “penghapus”. Maksudnya, melalui ajaran Islam, beliau menghapuskan kekafiran dan menyebarkan cahaya tauhid ke seluruh penjuru dunia.

Al-Hasyir (Penghimpun)

Nabi Muhammad SAW juga dikenal dengan laqab Al-Hasyir, yaitu “penghimpun”. Gelar ini merujuk pada peran beliau sebagai pemimpin yang kelak akan menghimpun umat manusia menuju jalan Allah dan menjadi pemimpin di hari kiamat.

Al-‘Aqib (Penutup Para Nabi)

Salah satu gelar penting Nabi adalah Al-‘Aqib, yang berarti “pengikut terakhir” atau “penutup”. Gelar ini menegaskan bahwa beliau adalah Nabi terakhir, dan setelahnya tidak ada lagi utusan Allah yang diutus ke dunia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Laqab Nabi Muhammad Sejarah Islam Sahabat Nabi

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777