Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti (Foto: Ist/Kemdikdasmen)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti meminta pemerintah daerah (pemda) memprioritas keselamatan dan kesehatan siswa, di tengah masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.
Sebab, Mendikdasmen mengatakan bahwa penentuan terkait sekolah tetap menyelenggarakan pembelajaran atau diliburkan sepenuhnya berada di tangan pemda.
"Kebijakan pembelajaran itu memang secara kelembagaan otoritasnya ada pada pemerintah daerah. Tetapi sesuai dengan prosedur tetap yang kami sampaikan, agar keselamatan dan kesehatan murid ini harus tetap diutamakan," kata Mendikdasmen di Jakarta pada Jumat (21/8).
Apabila tidak memungkinkan untuk melakukan proses pembelajaran, lanjut Menteri Mu`ti, maka pemerintah pusat mendorong pembelajaran jarak jauh untuk sementara waktu.
"Saya kira secara teknologi juga kita sudah sempat terbiasa, ya, sejak Covid-19 dengan pembelajaran daring," dia menambahkan.
Sebagaimana diketahui, asap yang ditimbulkan oleh karhutla di Kalimantan mengganggu proses pembelajaran. Di Kalimantan Barat, ribuan siswa belajar daring selama lebih dari sepekan, sebab asap pekat mengepung mobilitas dan pernapasan warga.
Dampak serupa bahkan dirasakan oleh negara tetangga Malaysia dan Singapura. Kedua negara tersebut juga menerapkan libur sekolah sementara mengingat kualitas udara turun ke level rendah.
"Mudah-mudahan dengan kebijakan ini anak-anak kita dapat tetap terjaga kesehatannya, terjaga keselamatannya, dan tetap belajar dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan asap bisa segera diatasi," kata Mendikdasmen.
Rabu, 19/08/2026 21:36 WIB