https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kemenhut Harus Perkuat Koordinasi Tangani Karhutla Kalimantan

Samrut Lellolsima | Jum'at, 21/08/2026 17:26 WIB



Jangan sampai koordinasi antarkementerian dan lembaga hanya berhenti pada rapat atau pembentukan posko. Harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar, Hanan A Razak. (Foto: Dok. Fraksi Golkar)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A Razak meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) segera menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di Kalimantan.

Pemerintah diminta memastikan kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Baca juga :
Anggota DPR Dorong Reformasi Tata Kelola Guru Nasional

Hanan menilai penanganan karhutla membutuhkan langkah terintegrasi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Kolaborasi dengan masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH), Brigade Manggala Agni, dan perusahaan-perusahaan yang punya alat pemadam api ringan (APAR) perlu dikoordinasikan dan diikutsertakan dalam mengatasi karhutla,” kata Hanan di Jakarta, Kamis (21/8).

Baca juga :
Asap Karhutla Ganggu Sejumlah Penerbangan di Kalimantan

Menurut legislator Fraksi Partai Golkar itu, pemerintah juga perlu memperkuat koordinasi untuk menghadapi dampak El Nino yang berpotensi meningkatkan kekeringan dan risiko terjadinya karhutla.

Untuk itu, pemerintah dinilai perlu segera menghimpun data secara menyeluruh mengenai wilayah rawan kebakaran, ketersediaan sumber air, hingga potensi dampak yang ditimbulkan.

Baca juga :
Rieke PDIP: Profesi Kurator Harus Akuntabel, Profesional dan Terlindungi

“Jangan sampai koordinasi antarkementerian dan lembaga hanya berhenti pada rapat atau pembentukan posko. Harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan,” tegasnya.

Hanan mengatakan penguatan pencegahan, kesiapan personel dan peralatan, pengelolaan lahan gambut, pemantauan titik panas (hotspot), serta respons cepat harus menjadi prioritas dalam menghadapi ancaman karhutla.

Ia mengingatkan, kondisi sejumlah wilayah di Kalimantan menunjukkan ancaman karhutla tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika tidak segera ditangani secara terkoordinasi, kebakaran berpotensi meluas dan berdampak terhadap kesehatan maupun aktivitas masyarakat.

Kondisi udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, misalnya, dilaporkan memburuk drastis. Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) terpantau mencapai 487 dan masuk kategori berbahaya.

Pekatnya asap akibat karhutla juga berdampak terhadap jarak pandang. Visibilitas di sejumlah wilayah dilaporkan hanya sekitar 1,4 kilometer.

Sementara itu, tingginya aktivitas karhutla di Kalimantan Tengah turut tercermin dari banyaknya titik panas yang terdeteksi. Data yang ada mencatat sebanyak 1.795 titik panas berada di wilayah tersebut.

Hanan menekankan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, dunia usaha serta masyarakat harus diperkuat untuk menekan risiko karhutla.

Dengan potensi kemarau yang lebih kering dan ancaman El Nino, dia berharap seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan serta memastikan penanganan karhutla dilakukan secara cepat dan terukur.

“Yang paling penting adalah pencegahan dan respons cepat. Jangan menunggu kebakaran membesar baru bergerak,” pungkasnya.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi IV Hanan A Razak kebakaran hutan Karhutla Kalimantan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777