https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Trump Ancam Tambah Tarif Impor Kanada Imbas Kebakaran Hutan

Mutiul Alim | Sabtu, 18/07/2026 14:39 WIB



Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan Kanada atas asap kebakaran hutan yang menyebar ke seluruh wilayah AS. Penampakan kabut di kota-kota Amerika Serikat imbas kebakaran hutan di Kanada (Foto: AP)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan Kanada atas asap kebakaran hutan yang menyebar ke seluruh wilayah AS. Kini, dia menyatakan bakal menambahkan biaya penanganan polusi tersebut ke dalam tarif impor yang sudah ada untuk barang-barang Kanada.

Asap tebal dari ratusan kebakaran di Kanada menyelimuti sebagian wilayah AS dari Midwest hingga Northeast pada Kamis dan Jumat, lalu memicu peringatan bagi penduduk untuk tetap berada di dalam rumah.

Trump, yang memiliki hubungan penuh ketegangan dengan Perdana Menteri Mark Carney, mengatakan bahwa dia akan menghubungi pemimpin Kanada tersebut untuk mengetahui strateginya terkait situasi yang tidak dapat diterima ini.

Baca juga :
Trump Kesal Dikritik Netanyahu Soal Penjualan F-35 ke Turkiye

"Kami meminta pertanggungjawaban Kanada atas fakta bahwa mereka tidak merawat hutan mereka dengan benar, dan Amerika Serikat diserang secara tidak perlu oleh udara yang kotor, tercemar, dan tidak sehat," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Sabtu (18/7).

"Ini adalah Kelalaian yang Disengaja, dan menjadi kejadian tahunan yang merugikan Amerika Serikat miliaran dolar, di mana biaya dari polusi ini sudah semestinya ditambahkan ke TARIF IMPOR yang saat ini dibayar oleh Kanada," dia menambahkan.

Baca juga :
Bahaya Asap Kebakaran Hutan, Bisa Rusak Paru-paru, Jantung hingga Otak

Namun, sejumlah pakar iklim mengatakan bahwa suhu yang lebih tinggi telah menyebabkan hutan menjadi lebih kering dan memicu lebih banyak kebakaran hutan dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi Kanada memiliki salah satu hutan terbesar di dunia.

"Seiring memanasnya iklim kita, kita melihat cuaca yang lebih panas, kering, berangin, dan lebih ekstrem, dan kita akan melihat lebih banyak kebakaran," kata Mike Flannigan, guru besar kebakaran lahan liar di Thompson Rivers University, British Columbia.

Baca juga :
Trump Terus Tebar Ancaman Jika Teheran Tolak Berunding

Diketahui, pemukiman Namaygoosisagagun First Nation, yang juga dikenal sebagai Collins First Nation, di barat laut Ontario hangus terbakar hingga rata dengan tanah, memaksa penduduk untuk mengungsi dengan perahu dan mencari perlindungan di Thunder Bay.

Thunder Bay, sebuah kota dengan sekitar 110.000 penduduk di pantai utara Danau Superior yang berjarak lebih dari 1.300 km di barat laut Toronto, juga mencapai kapasitas penuh karena menampung para pengungsi kebakaran hutan dari seluruh wilayah barat laut Ontario.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Donald Trump Kebakaran Hutan Tarif Impor Kebakaran Kanada

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777