Logo perusahaan Boeing ditampilkan di Australian International Airshow di Avalon, Australia 26 Maret 2025. REUTERS
New York, Jurnas.com - Boeing memproyeksikan armada komersial global sebanyak 50.000 pesawat pada 2045, dan lebih dari 90 persen di antaranya akan menjadi pesawat generasi baru yang lebih hemat bahan bakar.
Jumlah ini dibandingkan dengan armada global saat ini sebanyak 28.000 pesawat, yang mencerminkan permintaan jangka panjang yang lebih tinggi karena pertumbuhan ekonomi dan tambahan rute perjalanan.
Para produsen pesawat harus membangun hampir 44.000 pesawat baru selama dua dekade ke depan untuk memenuhi pertumbuhan baru dan menggantikan pesawat yang lebih tua, menurut perkiraan tahunan terbaru Boeing dikutip dari AFP pada Sabtu (18/7).
Angka-angka tersebut, yang dirilis menjelang pameran dirgantara Farnborough Air Show minggu depan di Inggris, mirip dengan proyeksi Boeing pada 2025, yang juga menyoroti dinamika permintaan perjalanan yang menguntungkan seiring dengan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).
Pada 2045, diperkirakan 92 persen armada akan memiliki manfaat lingkungan dari armada yang lebih baru, yang diperkirakan menggunakan bahan bakar sekitar 20 persen lebih sedikit. Sebagai perbandingan, hanya sekitar 32 persen armada saat ini yang terdiri dari pesawat generasi baru.
"Tahun ini secara komersial dari perspektif industri penerbangan tidak berjalan seperti yang saya pikir banyak dari kita harapkan ketika memasuki tahun 2026," kata Wakil Presiden Pemasaran Komersial Boeing Darren Hulst dalam sebuah pengarahan.
"Namun, fundamental untuk perjalanan udara dan permintaan untuk perjalanan udara sepenuhnya utuh," dia menambahkan.
Hulst kini memperkirakan pertumbuhan permintaan perjalanan pada 2026 akan menjadi sekitar setengah atau bahkan sedikit lebih rendah dari yang diharapkan menjelang tahun ini.
Dua juga mengakui terkejut dengan seberapa cepat maskapai penerbangan mengubah rute lalu lintas dari Timur Tengah ke pasar lain karena konflik di Timur Tengah.
"Kami melihat, misalnya, penumpang menggunakan pusat transit di Eropa atau Asia, atau dalam beberapa kasus bahkan Amerika Utara, untuk transit pada pola perjalanan jarak jauh mereka," ujar Hulst.
Antara 2026 dan 2045, perkiraan Boeing memproyeksikan pertumbuhan lalu lintas penumpang tahunan sebesar 4 persen dan pertumbuhan ekonomi global sebesar 2,5 persen.
Sama seperti tahun lalu, pandangan Boeing menyoroti kesenjangan antara produksi pesawat baru dan permintaan di tengah kesulitan rantai pasokan sejak pandemi Covid-19.
Sabtu, 18/07/2026 10:15 WIB