Anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNIFIL mengamati dari menara pengawas di kota Marwahin, di Lebanon Selatan (Foto: Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Juru bicara PBB Stephane Dujarric, Senin (22/6), mengatakan bahwa Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) tidak mencatat adanya pelanggaran terhadap pemberlakuan gencatan senjata di Lebanon pada 21 Juni.
"Kemarin menandai hari pertama sejak dimulainya kembali permusuhan pada 2 Maret di Lebanon, di mana pasukan penjaga perdamaian kami di Lebanon tidak mendeteksi lintasan atau mengamati intersepsi apa pun," kata Dujarric dalam konferensi pers, menambahkan bahwa situasi tersebut berlanjut hingga pagi ini.
PBB menyambut baik pengurangan permusuhan antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan gerakan Hizbullah Lebanon, kata juru bicara tersebut, seraya menyatakan harapannya agar tren tersebut berlanjut.
"Namun, selama tiga hari terakhir, pasukan penjaga perdamaian UNIFIL terus mengamati aktivitas darat IDF yang ekstensif di seluruh wilayah tanggung jawab misi, termasuk manuver kendaraan lapis baja, serta aktivitas teknik dan logistik," kata Dujarric.
Pasukan penjaga perdamaian PBB juga mendeteksi beberapa pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh pesawat milik Israel.
Sebelumnya pada 19 Juni, Reuters melaporkan bahwa Israel dan Hezbollah sepakat untuk gencatan senjata yang mulai berlaku pada hari yang sama.
Kemudian, sebuah sumber lapangan militer Lebanon mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Israel terus melakukan serangan di selatan negara itu terlepas dari laporan tentang rezim gencatan senjata.
Pada Minggu (21/6), Kepala Staf Umum IDF Eyal Zamir mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Hezbollah rapuh dan menyerukan agar militer siap untuk melanjutkan permusuhan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Selasa, 23/06/2026 12:15 WIB
Selasa, 23/06/2026 11:00 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB