https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lestari Moerdijat: Generasi Muda Harus Memahami Diri Sebelum Jadi Pemimpin

Eko Budhiarto | Minggu, 31/05/2026 20:26 WIB



Lestari Moerdijat: Generasi Muda Harus Memahami Diri Sebelum Jadi Pemimpin Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat dalam acara karantina secara daring Duta Siswa Kabupaten/Kota se-Indonesia 2026 yang digelar Komite Seleksi Nasional Yayasan Duta Siswa Indonesia, Minggu (31/5). (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Generasi muda yang ingin menjadi pemimpin masa depan harus memulai langkah pertama dari hal paling fundamental yaitu menguasai dan mengenali diri sendiri.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat dalam acara karantina secara daring Duta Siswa Kabupaten/Kota se-Indonesia 2026 yang digelar Komite Seleksi Nasional Yayasan Duta Siswa Indonesia, Minggu (31/5).

“Perjalanan mengenal diri sendiri itu dimulai sejak dini. Kalau kita mau mengubah masa depan, maka kita harus belajar memahami diri sendiri,” ujar Lestari.

Baca juga :
Anggota MPR RI: LKBB-PB Momentum Untuk Menunjukkan Nasionalisme

Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa musuh terbesar seorang pemimpin bukanlah orang lain, melainkan dirinya sendiri.

“Pemimpin yang paripurna adalah pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Sudah selesai dengan dirinya sendiri berarti memahami dirinya,” tegasnya.

Baca juga :
Calon Jemaah Umroh Gagal Berangkat, HNW: Hak Jemaah Harus Diberikan

Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu memaparkan, sejumlah langkah krusial untuk dapat memahami diri sendiri harus dilakukan.

Pertama, belajar berhenti sejenak. Ia mengkritik kebiasaan anak muda saat ini yang bergerak terlalu cepat-cepat scrolling, cepat viral, cepat bereaksi, dan mudah terdistraksi. “Banyak anak pintar, tetapi tidak fokus. Dan gampang sekali terdistraksi,” ujarnya.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Multi-Pihak Kejar Ketertinggalan Literasi

Pada kesempatan itu, Rerie memperkenalkan Teori U, sebuah teori manajemen yang digagas Otto Scharmer. Intinya, sebelum bertindak, seseorang harus membiasakan diri untuk melihat, mendengar, dan memahami terlebih dahulu. Setelah itu, merenung dan mencerna semua informasi, sebelum akhirnya melangkah menciptakan perubahan.

Anggota Rerie, mengingatkan bahwa penting memahami akar masalah, bukan sekadar gejala.

“Karena, apa yang terlihat di atas itu biasanya hanya sedikit. Yang sebenarnya justru ada di bawah dan tersembunyi,” jelasnya.

Pemimpin sejati, tegas dia, harus menggali ke bawah permukaan, bukan sekadar memberikan solusi instan.

Rerie menekankan bahwa kemampuan melihat dari berbagai sudut pandang—yang disebutnya membangun peta empati—adalah bekal penting bagi pemimpin masa depan.

“Sehingga ketika mengambil keputusan, ketika kalian bertindak, ketika memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan, kalian memiliki kemampuan untuk melihat dari berbagai sudut pandang," tegasnya.

Rerie berpesan agar para peserta karantina berani berubah, berani mencoba, dan berani memimpin.

“Mulai dari sekarang, para calon pemimpin sudah harus mampu mengenali dirinya, mampu memahami dirinya, dan kemudian menyiapkan dirinya untuk bertindak,” pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Generasi Muda

Terpopuler

Sabtu, 30/05/2026 07:07 WIB
Humanika

30 Mei 2026: Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

Jum'at, 29/05/2026 08:08 WIB
Ototekno

Bezzecchi Kejar Mimpi Menang di MotoGP Italia 2026

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777