https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Laksma TNI Salim: Perang Iran Lawan AS dan Israel, Era Quantum Warfare

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 29/05/2026 07:18 WIB



Hal paling penting dilakukan pemerintah Indonesia dalam menghadapi era Quantum Warfare adalah membangun kedaulatan teknologi dan ketahanan strategis nasional. Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal Laksamana Pertama (Laksma) TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla. Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Perang antara Iran melawan Israel, Amerika dan sekutunya yang sedang berkecamuk sebagai tanda bahwa Perang modern mengalami transformasi besar dari konflik konvensional menuju konflik multidomain yang semakin kompleks, tidak terlihat, dan berbasis teknologi tinggi.

“Evolusi ini dapat dipahami melalui tiga fase utama: Asymmetric Warfare, Hybrid Warfare, dan Quantum Warfare,” demikian disampaikan Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal Laksamana Pertama (Laksma) TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Salim mengatakan, Asymetric Warfare adalah bentuk peperangan ketika pihak yang lebih lemah menggunakan strategi non-konvensional untuk menghadapi kekuatan militer yang lebih superior. Karakter peperangan ini antara lain; gerilya, teroris, insurgency, serangan hit and run atau dengan cara lain jangan menyerang kekuatan lawan serang kelemahannya. Contohnya Perang Vietnam, Taliban melawan AS, ISIS dan Piracy di Somalia.

Baca juga :
AS Sebut Oman Tak Berencana Berlakukan Tarif di Selat Hormuz

Sedangkan Hybrid Warfare muncul ketika konflik tidak lagi hanya menggunakan kekuatan militer, tetapi menggabungkan seluruh instrumen kekuatan nasional, yang merupakan perpaduan kekuatan militer dan non militer. Karakter dalam peperangan ini antara lain Cyber warfare, Information warfare, Economic coercion, Maritime militia, Lawfare, Proxy conflict, Disinformasi dan Artificial intelligence surveillance, tujuan utamanya adalah menciptakan dominasi tanpa perang terbuka. Contohnya; Operasi Hibrid yang dilakukan Rusia, Grey zone di Laut China Selatan, Serangan Siber terhadap Infrastruktur dan tekanan terhadap ekonomi dan teknologi

“Fase kita saat ini juga memasuki era dominasi cerdas dan tak terlihat atau Quantum Warfare fase masa depan dengan peperangan  berbasis antara lain quantum computing, artificial intelligence, autonomous systems, cyber-physical integration, cognitive warfare, dominasi ruang angkasa, dan autonomous underwater warfare,” ujarnya.

Baca juga :
Polisi Tangkap Maling Motor Keliling di Jakbar

Ia menjelaskan, karakter peperangan pada fase sekarang dan masa mendatang antara lain: AI-driven battlefield, Quantum communication, Quantum radar, Autonomous swarm , Hypersonic weapons, Cognitive manipulation, Predictive warfare dan Real-time data fusion.

“Pemenang perang masa depan bukan yang memiliki militer terbesar, tetapi yang menguasai data, algoritma, dan kecerdasan strategis,” tegasnya.

Baca juga :
Iran Kecam Serangan Amerika Serikat di Bandar Abbas

Menurut Salim, hal yang paling penting dilakukan pemerintah Indonesia dalam menghadapi era Quantum Warfare adalah membangun kedaulatan teknologi dan ketahanan strategis nasional melalui penguatan artificial intelligence, cyber defense, quantum communication, maritime domain awareness, dan penguasaan data nasional secara terintegrasi.

Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi atau arena proxy competition negara besar, tetapi harus menjadi negara maritim yang mampu mengendalikan keamanan informasi, infrastruktur digital, serta kemampuan pengambilan keputusan strategis secara mandiri.

Selain modernisasi pertahanan, Indonesia juga harus memperkuat diplomasi strategis, pendidikan teknologi tinggi, riset nasional, dan kolaborasi regional ASEAN agar mampu menghadapi perang masa depan yang tidak lagi hanya terjadi di medan fisik, tetapi juga di ruang siber, ruang angkasa, bawah laut, dan ruang kognitif manusia.

“Karena perang masa depan mungkin tidak dimulai dengan rudal, tetapi dengan algoritma, gangguan siber, manipulasi kognitif, dan sistem otonom,” tuturnya.

“Khusus keamanan maritim masa depan kita membutuhkan adaptive governance, technological resilience, strategic diplomacy, serta kerja sama regional berbasis trust dan innovation,” pungkas Salim.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Laksma TNI Salim Quantum Warfare Perang Iran

Terkini | Minggu, 02/08/2026 17:18 WIB

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

Gaya Hidup

Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat

Gaya Hidup

Makanan Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Aman Dimakan?

Gaya Hidup

Begini Cara Membuat Email Profesional untuk Kerja dan Bisnis

News

Menteri LH Ajak Walhi Galakkan Tobat Ekologis Demi Keberlanjutan Ekonomi

News

69.500 Migran Tinggalkan Ceuta, Spanyol Perketat Perbatasan dengan Maroko

News

Lawan Konten Menyesatkan, Content Creator Dibekali Ilmu Jurnalistik

News

Pesawat Wisata Kecil Jatuh dan Terbakar, 13 Orang Tewas

News

Pameran Kampus Taiwan, Belasan Ribu Pelajar RI Berburu Beasiswa

Gaya Hidup

Hampir 400 Tahun Setelah Karam, Kapal Batavia Masih Menyimpan Kisah Baru

Humanika

Bolehkah Mengadakan Doa Syukuran untuk Rumah Baru?

News

BNPB Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca Siang-Malam Atasi Karhutla Kalteng

Olahraga

Muluskan Transfer Guimaraes, Arsenal Sepakat Lepas Norgaard ke Everton

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777