Selat Hormuz yang kini diblokade oleh Iran selama perang melawan AS dan Israel (Foto: AFP)
Jakarta, Jurnas.com - Oman pada Kamis (28/5) meyakinkan Amerika Serikat bahwa tidak ada rencana untuk memberlakukan tarif tol di Selat Hormuz, demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Bessent mengatakan dalam sebuah pengarahan pers di Gedung Putih bahwa ia telah berbicara dengan duta besar Oman mengenai masalah tersebut.
"Saya sampaikan kepadanya bahwa ini adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan (non-starter) dan dia tidak ingin mengambil risiko warga negara Oman atau lembaga keuangan Oman terkena sanksi," ujar Bessent.
Presiden Donald Trump tampak mengancam Oman—yang merupakan sekutu AS—pada hari Rabu ketika ditanya tentang kemungkinan kesepakatan jangka pendek yang mengizinkan Oman dan Iran untuk mengendalikan Hormuz. Trump mengatakan dia akan "meledakkan mereka" jika Muscat melakukan hal tersebut, demikian dilaporkan oleh AFP.
Bessent menegaskan pada hari Kamis bahwa AS akan menjatuhkan sanksi kepada siapa pun yang mencoba memungut biaya dari kapal-kapal yang melewati Selat tersebut.
"Oman, secara khusus, harus tahu bahwa Kementerian Keuangan AS akan secara agresif menargetkan aktor mana pun yang terlibat—baik secara langsung maupun tidak langsung—dalam memfasilitasi tarif tol di Selat tersebut, dan mitra mana pun yang bersedia membantu akan dihukum," peringat Bessent dalam sebuah unggahan di media sosial X.
Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat "tidak akan menoleransi upaya apa pun untuk memberlakukan sistem tarif tol di Selat Hormuz," sebuah rujukan terhadap proposal Iran untuk menerapkan hal itu sebagai bagian dari potensi kesepakatan dengan Washington.
Iran secara praktis telah memblokir selat tersebut sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari.
Sekitar seperlima dari pasokan energi dunia biasanya melewati jalur air tersebut, dan harga energi serta pupuk global melonjak tajam sebagai akibat dari gangguan terhadap pelayaran ini.
Oman sebelumnya telah memediasi pembicaraan antara Washington dan Teheran di Jenewa sebelum perang pecah, dan negara itu sendiri juga sempat mendapat serangan dari Iran.
Komentar Bessent pada hari Kamis ini muncul beberapa jam setelah Kementerian Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada otoritas Iran yang memungut biaya untuk transit di selat tersebut.
Washington juga memperluas ancaman sanksi kepada siapa pun yang membayar biaya tersebut, karena mereka "mungkin memberikan dukungan kepada dan menerima layanan dari" Garda Revolusi Iran, dan oleh karena itu "dapat menghadapi risiko sanksi."
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Selat Hormuz Tarif Selat Hormuz Oman AS Scott Bessent




























