https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Menjabat Presiden AS

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 28/05/2026 18:01 WIB



Presiden AS Donald Trump mengancam, membuka kemungkinan menyerang, atau benar-benar menyerang 15 negara selama dua masa jabatannya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Celal Gunes/AA/Anadolu)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam, membuka kemungkinan menyerang, atau benar-benar menyerang 15 negara selama dua masa jabatannya, atau sekitar satu dari setiap 13 negara di dunia, menurut laporan CNN.

Trump menambahkan Oman ke dalam daftar tersebut pada Rabu (27/5), dengan memperingatkan bahwa negara itu akan "diledakkan" oleh militer AS jika mencoba mengendalikan Selat Hormuz bersama Iran, demikian laporan tersebut.

"Oman akan bersikap seperti negara lain, atau kami harus menghancurkan mereka," kata Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih.

Baca juga :
Trump Dukung Nikol Pashinyan Kembali Pimpin Armenia

Laporan itu menyebut pernyataan Trump tersebut tampaknya disampaikan secara santai dan bukan bagian dari pengumuman kebijakan resmi, namun mencerminkan pola yang lebih luas dalam kebijakan luar negeri Trump, di mana ancaman penggunaan kekuatan militer menjadi ciri yang berulang.

Oman setidaknya menjadi negara ke-15 yang pernah diancam akan diserang, tidak dikesampingkan kemungkinan diserang, atau benar-benar diserang oleh Trump selama masa kepresidenannya.

Baca juga :
Aturan Baru AS Wajibkan Pemohon Green Card Pulang ke Negara Asal

Hampir seluruh kasus tersebut terjadi dalam 16 bulan pertama masa jabatan keduanya, meskipun beberapa di antaranya mencakup kedua periode pemerintahannya.

Dalam masa jabatan saat ini, Trump telah melancarkan serangan di tujuh negara, yakni Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman. Beberapa negara tersebut juga pernah menjadi target pada masa jabatan pertamanya.

Baca juga :
Trump Janji Kirimkan 5.000 Pasukan Tambahan ke Polandia

Jumlah itu belum termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terkait perdagangan narkotika di Laut Karibia dan Samudra Pasifik, yang disebut telah menargetkan hampir 60 kapal dan menewaskan lebih dari 190 orang, menurut laporan CNN.

Trump juga mengancam atau membuka kemungkinan serangan terhadap sejumlah negara lain pada masa jabatan keduanya, termasuk Kanada, Kolombia, Kuba, wilayah Denmark Greenland, Meksiko, Panama, dan Oman.

Pada masa jabatan pertamanya (2017-2021), Trump juga pernah mengancam Meksiko dan Korea Utara.

Ancaman dan serangan tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya, termasuk serangan di Irak, disebut secara khusus menargetkan kelompok teroris dan bukan pemerintah negara terkait. Sementara ancaman lain disampaikan secara tidak langsung, dengan Trump menolak mengesampingkan opsi militer.

Meski demikian, data tersebut menunjukkan seberapa sering Trump menggunakan kemungkinan penggunaan kekuatan militer dalam pernyataannya.

Menurut laporan itu, negara-negara yang pernah diancam atau diserang Trump mencakup sekitar satu dari setiap 11 penduduk dunia, yang berarti sebagian besar populasi global memiliki alasan untuk mempertimbangkan kemungkinan aksi militer AS di bawah kepemimpinan Trump.

Timur Tengah menjadi salah satu fokus utama. Trump kini telah mengancam atau menargetkan lima negara di kawasan tersebut, yakni Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman.

Laporan itu juga mencatat bahwa ancaman dan serangan Trump mencakup empat dari enam benua berpenduduk di dunia, yaitu Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Trump juga secara teknis pernah mengancam negara Eropa, Denmark, melalui pembahasan mengenai kemungkinan mengambil alih Greenland, wilayah Denmark di Amerika Utara.

Dalam beberapa kasus, komentar Trump disebut melampaui ancaman militer dan mengarah pada kemungkinan ekspansi wilayah.

Dari 15 negara yang pernah diancam atau diserang, lima di antaranya disebut Trump sebagai kemungkinan tambahan wilayah Amerika Serikat atau target kontrol AS, yakni Kanada, Kuba, Greenland, Panama, khususnya Terusan Panama, serta Venezuela.

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Donald Trump Presiden AS Ancaman Serangan

Terkini | Minggu, 02/08/2026 18:23 WIB

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

Gaya Hidup

Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat

Gaya Hidup

Makanan Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Aman Dimakan?

Gaya Hidup

Begini Cara Membuat Email Profesional untuk Kerja dan Bisnis

News

Menteri LH Ajak Walhi Galakkan Tobat Ekologis Demi Keberlanjutan Ekonomi

News

69.500 Migran Tinggalkan Ceuta, Spanyol Perketat Perbatasan dengan Maroko

News

Lawan Konten Menyesatkan, Content Creator Dibekali Ilmu Jurnalistik

News

Pesawat Wisata Kecil Jatuh dan Terbakar, 13 Orang Tewas

News

Pameran Kampus Taiwan, Belasan Ribu Pelajar RI Berburu Beasiswa

Gaya Hidup

Hampir 400 Tahun Setelah Karam, Kapal Batavia Masih Menyimpan Kisah Baru

Humanika

Bolehkah Mengadakan Doa Syukuran untuk Rumah Baru?

News

BNPB Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca Siang-Malam Atasi Karhutla Kalteng

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777