Kepala urusan kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas (Foto: Reuters)
Nikosia, Jurnas.com - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas memperingatkan bahwa negara-negara Eropa berisiko masuk ke dalam jebakan Rusia, di tengah perdebatan pihak yang harus mewakili dalam setiap pembicaraan damai Ukraina dengan Moskow.
Dikutip dari AFP pada Kamis (28/5), peringatan ini disampaikan kepada wartawan saat para menteri luar negeri bertemu di Siprus untuk menimbang persyaratan mereka sebelum berdialog dengan pihak Moskow.
Perdebatan di internal Eropa mengenai keterlibatan kembali dengan Rusia sendiri semakin keras di saat perhatian Presiden Donald Trump fokus pada Iran, dan Presiden Rusia Vladimir Putin tampak berada dalam posisi yang kurang menguntungkan.
Spekulasi mengenai calon utusan pun meningkat. Putin menyarankan mantan kanselir Jerman, Gerhard Schroeder yang, merupakan sekutu lamanya untuk mengambil peran tersebut. Namun, gagasan ini ditolak mentah-mentah di Eropa.
“Ini adalah jebakan yang Rusia inginkan agar kita masuk ke dalamnya, bahwa kita memperdebatkan siapa yang berbicara dengan mereka, dan mereka sudah memilih siapa yang cocok, siapa yang tidak. Mari kita tidak berjalan masuk ke dalam jebakan itu,” ujar Kaja Kallas.
Di sisi lain, sejumlah menteri yang hadir di Siprus mendesak penunjukan seorang utusan, termasuk Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinge yang berpendapat bahwa Uni Eropa harus segera bersiap dan menunjuk seorang kepala negosiator karena hal itu sangat diharapkan oleh pihak Ukraina.
Namun, banyak menteri lainnya yang menyuarakan posisi senada dengan Kallas, yang menyerukan agar UE tetap berpegang pada garis merah mereka terhadap Moskow, mempertahankan dukungan untuk Ukraina, dan tidak terdistraksi.
Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna turut memperingatkan bahwa UE akan melakukan kesalahan besar jika bergeser menjadi mediator netral, alih-alih menggunakan kesabaran strategis untuk menekan demi kepentingan Eropa serta Ukraina.
Selasa, 19/05/2026 13:31 WIB