Sutradara Iran peraih Oscar, Asghar Farhadi (Foto: AFP)
Paris, Jurnas.com - Sutradara Iran pemenang Piala Oscar, Asghar Farhadi, menyampaikan kecaman keras terhadap pembunuhan warga sipil dalam serangan Amerika Serikat dan Israel ke negaranya pada akhir Februari lalu.
Berbicara di Festival Film Cannes pada Jumat (15/5), dia sekaligus mengutuk aksi pembantaian para demonstran oleh pemerintah Republik Islam Iran.
Farhadi merujuk pada tewasnya banyak orang tidak berdosa, termasuk anak-anak dan warga sipil, selama perang akibat serangan yang diderita Iran. Namun, ia juga tidak ragu menyoroti kekerasan domestik yang terjadi sebelum perang pecah, ketika gelombang protes anti-pemerintah berujung aksi pembantaian massa.
“Setiap pembunuhan adalah kejahatan. Dari sudut pandang mana pun, atau dengan pembenaran apa pun, saya tidak bisa menerima nyawa seseorang direnggut, baik itu karena perang, eksekusi mati, maupun pembantaian para demonstran,” kata Asghar Farhadi, dikutip dari AFP.
Iran berada dalam situasi konflik bersenjata dengan Israel dan AS sejak akhir Februari, dengan gencatan senjata yang rapuh mulai diberlakukan pada 8 April. Sejak konflik pecah, Teheran justru meningkatkan intensitas hukuman mati secara drastis, khususnya untuk kasus-kasus yang dituduh melibatkan spionase atau ancaman keamanan nasional.
Kondisi ini menyusul unjuk rasa anti-pemerintah besar-besaran yang mencapai puncaknya pada Januari lalu. Pemerintah Iran mengklaim lebih dari 3.000 orang tewas dan menuduh kekerasan tersebut didalangi oleh aksi teroris AS dan Israel.
Sebaliknya, kelompok hak asasi manusia dan peneliti internasional memperkirakan angka kematian jauh lebih tinggi, berkisar antara 7.000 hingga 35,000 orang akibat penembakan tanpa pandang bulu oleh aparat keamanan.
Para pekerja film di Iran juga terus menghadapi sensor ketat dan tekanan konstan dari otoritas setempat. Beberapa sutradara terkemuka, seperti Jafar Panahi dan Mohammad Rasoulof, bahkan telah dipenjara atau dipaksa hidup di pengasingan.
Farhadi yang terkenal lewat film pemenang Oscar "A Separation" (2011) dan "The Salesman" (2016), hadir di Cannes untuk menayangkan perdana film berbahasa Prancis terbarunya yang berjudul "Parallel Tales".
Kendati bermuatan politis kuat di luar panggung, film drama seni yang berlatar di Paris tersebut mendapatkan ulasan yang cukup mengecewakan dari para kritikus film internasional.
Jum'at, 15/05/2026 21:06 WIB
Jum'at, 15/05/2026 05:41 WIB