https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Israel Terus Serang Lebanon, AS Desak Perundingan

Mutiul Alim | Jum'at, 01/05/2026 15:42 WIB



Kedutaan Besar Amerika Serikat di Lebanon mendesak adanya pertemuan langsung antara pemimpin Lebanon dan Israel Serangan Israel di Beirut, Lebanon (Foto: AFP)

Beirut, Jurnas.com - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Lebanon mendesak adanya pertemuan langsung antara pemimpin Lebanon dan Israel, usai Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan serangan Israel di wilayah selatan menewaskan sedikitnya 17 orang di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Ketegangan ini memuncak setelah perwakilan kedua negara bertemu dua kali di Washington bulan ini, yang merupakan pertemuan pertama dalam beberapa dekade sejak kelompok Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang pada awal Maret lalu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata 10 hari yang dimulai pada 17 April, diikuti perpanjangan tiga minggu setelah putaran kedua pembicaraan.

Baca juga :
Partai Republik Dukung Kebijakan Gedung Putih Perang Lawan Iran

Trump menyatakan harapannya untuk menjamu Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam beberapa minggu ke depan guna mempersiapkan negosiasi langsung.

“Lebanon berdiri di persimpangan jalan. Rakyatnya memiliki peluang bersejarah untuk merebut kembali negara mereka dan membentuk masa depan mereka sebagai bangsa yang benar-benar berdaulat dan merdeka. Waktu untuk ragu-ragu sudah berakhir,” demikian pernyataan Kedutaan Besar AS dikutip dari AFP pada Jumat (1/5).

Baca juga :
Aktifkan Pertahanan Udara, Iran Klaim AS Kalah di Selat Hormuz

Namun, rencana negosiasi langsung ini memicu keretakan di internal Lebanon karena Hizbullah menolak keras normalisasi serta komitmen Beirut untuk melucuti senjata mereka.

Di sisi lain, Presiden Joseph Aoun menegaskan bahwa Israel harus sepenuhnya mematuhi komitmen gencatan senjata sebelum melangkah ke meja perundingan.

Baca juga :
AS Bentuk Koalisi Internasional Buka Jalur di Selat Hormuz

“Israel harus terlebih dahulu menerapkan gencatan senjata sepenuhnya demi melanjutkan negosiasi... Serangan Israel tidak dapat berlanjut seperti sekarang ini,” kata Aoun.

Di lapangan, situasi tetap mematikan. Israel terus melancarkan serangan udara dan mengoperasikan tentaranya di dalam wilayah "Yellow Line" sejauh 10 kilometer di perbatasan Lebanon.

Serangan terbaru pada Kamis dilaporkan menewaskan 17 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta satu tentara Lebanon. Sementara itu, pihak militer Israel juga melaporkan satu tentaranya tewas di Lebanon Selatan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang Israel vs Lebanon Gencatan Senjata Konflik Timur Tengah

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777