https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

China Kecam Rencana AS Larang Laboratorium Uji Perangkat Elektronik

Mutiul Alim | Jum'at, 01/05/2026 16:12 WIB



Kementerian Perdagangan China pada Jumast (1/5) menyatakan bahwa langkah tersebut berisiko merusak hubungan perdagangan bilateral kedua negara. Seorang pria mencoba menggunakan Google di ponsel pintarnya (Foto: REUTERS)

Beijing, Jurnas.com - Pemerintah China melayangkan protes keras terhadap proposal regulator Amerika Serikat yang akan melarang laboratorium China menguji perangkat elektronik untuk pasar AS.

Kementerian Perdagangan China pada Jumast (1/5) menyatakan bahwa langkah tersebut berisiko merusak hubungan perdagangan bilateral kedua negara.

Proposal tersebut diajukan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS melalui pemungutan suara pada 30 April. Jika disetujui, aturan ini akan berdampak pada berbagai perangkat mulai dari ponsel pintar hingga kamera.

Baca juga :
China Desak AS Setop Campuri Urusan Dalam Negeri Hong Kong

Berdasarkan estimasi FCC, sekitar 75 persen perangkat tersertifikasi di AS saat ini diuji di laboratorium yang diakui oleh Beijing.

Kementerian Perdagangan China menuduh FCC berulang kali memperkenalkan kebijakan restriktif yang menyasar produk dan perusahaan asal China.

Baca juga :
Indonesia Disarankan Kembangkan Kerja Sama Perdagangan dengan Negara Nontradisional

“Langkah-langkah ini merusak stabilitas yang telah susah payah dicapai dalam hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS, serta bertentangan dengan konsensus yang dicapai oleh kedua kepala negara,” demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah dikutip dari AFP.

Pihak Beijing juga memperingatkan adanya tindakan balasan jika rencana tersebut tetap dilaksanakan, karena merugikan hak-hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China.

Baca juga :
Perdagangan Israel dan Negara-negara Arab Alami Peningkatan

Di sisi lain, FCC berdalih bahwa proposal ini bertujuan untuk memprioritaskan keamanan nasional. Aturan tersebut akan melarang pengakuan terhadap laboratorium uji dan badan sertifikasi di negara-negara yang tidak memiliki perjanjian pengakuan bersama (MRA) atau kesepakatan perdagangan timbal balik dengan AS.

Saat ini, China tidak memiliki pakta semacam itu dengan FCC. Jika aturan final diimplementasikan, produk yang disertifikasi di laboratorium tersebut akan dihapus secara bertahap dalam waktu dua tahun.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Uji Laboratorium China China vs AS Hubungan Perdagangan

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777