https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengapa Ibadah Haji Dilaksanakan di Bulan Dzulhijjah?

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 30/04/2026 09:01 WIB



Alasan utama haji dilakukan di bulan Dzulhijjah ialah karena perintah langsung dari Allah SWT dalam Al-Qur`an Surat Al-Baqarah ayat 197 Umat Muslim sedang berusaha memegang Ka`bah saat tawaf di Masjidil Haram (Foto: Unsplash/Haidan)

Jakarta, Jurnas.com - Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan ibadah lainnya.

Jika salat bisa dilakukan setiap waktu dan zakat bisa ditunaikan kapan saja saat mencapai nisab, haji memiliki keterikatan waktu yang sangat ketat.

Muncul pertanyaan di kalangan masyarakat awam, mengapa haji tidak bisa dilakukan di luar bulan Dzulhijjah agar antrean tidak terlalu panjang?

Baca juga :
47.834 Jemaah Haji Diberangkatkan, Kemenhaj Ingatkan Patuhi Aturan

Alasan utama mengapa haji dilakukan di bulan Dzulhijjah adalah karena perintah langsung dari Allah SWT. Dalam Al-Qur`an Surat Al-Baqarah ayat 197, Allah SWT berfirman:

الـحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْـحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْـحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Baca juga :
Bus Jemaah Haji Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan Optimal

“Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan haji dalam bulan-bulan itu, maka janganlah dia berkata jorok, berbuat maksiat dan bertengkar di tengah melakukan haji. Segala yang baik yang kalian kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah [2]: 197)

Selain itu, dalam praktiknya, meskipun musim haji disebutkan mencakup tiga bulan, puncak pelaksanaan rukun-rukun haji—wukuf di ‘Arafah, tawaf, sa’i, dan mencukur rambut—seluruhnya dilakukan pada bulan Dzulhijjah.

Baca juga :
Hari ke-8 Operasional Haji 2026: 40.796 Jemaah Diberangkatkan, Dua Wafat

Ketentuan ini merujuk pada peristiwa haji Wada’ yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana sabda beliau:

“Ambillah dariku (tatacara) manasik hajimu.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa regulasi waktu pelaksanaan haji bersifat tauqifi (tidak bisa ditawar), mengikuti persis apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada haji Wada’.

Sementara dari sisi historis, bulan Dzulhijjah dipilih bukan tanpa alasan historis. Seluruh ritual haji merupakan napak tilas dari perjuangan Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS.

Peristiwa-peristiwa besar, seperti perintah penyembelihan Ismail (Idul Adha), pertemuan kembali Ibrahim dan keluarganya di Arafah, hingga peristiwa melempar jumrah untuk mengusir setan, semuanya terjadi pada bulan Dzulhijjah.

Melakukan haji di luar bulan tersebut akan menghilangkan makna historis dan esensi dari napak tilas perjuangan tauhid tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ibadah Haji Haji 2026 Bulan Dzulhijjah Perintah Haji

Terkini | Kamis, 30/04/2026 10:40 WIB

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777