https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Yusril: Masa Depan Ditentukan Kualitas Manusia, Bukan Sekadar Teknologi

Agus Mughni | Minggu, 26/04/2026 00:37 WIB



Ia menekankan bahwa pendidikan tinggi harus melampaui penguasaan teknologi dan fokus membentuk karakter, nalar kritis, serta tanggung jawab sosial Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan orasi ilmiah di Universitas YARSI (Foto: Kumham Imipas)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa arah masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi oleh kualitas manusia yang menggunakannya.

“Masa depan bukan hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, melainkan oleh mutu manusia yang menggunakannya,” ujar Yusril dalam orasi ilmiah di Universitas YARSI.

Ia menekankan bahwa pendidikan tinggi harus melampaui penguasaan teknologi dan fokus membentuk karakter, nalar kritis, serta tanggung jawab sosial.

Baca juga :
Menko Yusril Pastikan Pemerintah Senang Jika Kritik Akademisi Makin Tajam

Dalam pandangannya, transformasi global yang dipicu digitalisasi, revolusi industri 4.0, dan kecerdasan buatan menuntut kampus beradaptasi secara mendasar.

Menurut Yusril, tantangan utama saat ini bukan lagi keterbatasan informasi, melainkan kemampuan memilah kebenaran di tengah arus informasi yang melimpah.

Baca juga :
Komisi X: Pendidikan Tinggi Hak Seluruh Warga, Bukan Privilese

Karena itu, perguruan tinggi dinilai tidak cukup hanya menyampaikan kurikulum, tetapi harus membangun kedewasaan intelektual mahasiswa. Yusril menegaskan, kampus harus menjadi ruang pembentukan cara berpikir yang kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Ia menjelaskan, transformasi pendidikan tinggi perlu berjalan dalam tiga dimensi utama: epistemik, etik, dan kebangsaan. Pada aspek epistemik, mahasiswa harus dibekali kemampuan berpikir mendalam dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Baca juga :
Komisi X Apresiasi Perluasan Akses Pendidikan Tinggi di Kalimantan

Sementara pada dimensi etik, Yusril mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral dalam penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan. ia mengatakan bahwa kemajuan teknologi harus diiringi tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan penyalahgunaan, bias, maupun pelanggaran nilai kemanusiaan.

Lebih jauh, ia menekankan dimensi kebangsaan sebagai fondasi penting pendidikan tinggi. Menurutnya, riset dan pengembangan ilmu harus menjawab persoalan nyata masyarakat serta memperkuat keadilan sosial dan kualitas kehidupan publik.

Di hadapan para wisudawan, Yusril juga mengingatkan pentingnya integritas dan semangat belajar sepanjang hayat. Ia menilai keberhasilan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi dari cara seseorang menggunakan keahliannya secara bertanggung jawab.

Menutup orasinya, Yusril menegaskan bahwa kualitas perguruan tinggi pada akhirnya tercermin dari manusia yang dihasilkannya. Ia berharap lulusan mampu menjadi individu yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemanusiaan. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra Kualitas Manusia Pendidikan Tinggi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777