https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

DPR Minta IPU Pimpin Aksi Hentikan Agresi dan Redam Konflik Timur Tengah

Samrut Lellolsima | Jum'at, 24/04/2026 11:33 WIB



Selama akar konflik ini tidak diselesaikan, maka perdamaian hanya akan bersifat semu. Kemerdekaan Palestina menjadi kunci untuk memutus rantai kekerasan Utusan Tetap Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Urusan Timur Tengah dari DPR RI, Jazuli Juwaini. (Foto: Dok. Parlementaria)

 

Jakarta, Jurnas.com - Utusan Tetap Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Urusan Timur Tengah dari DPR RI, Jazuli Juwaini mendesak organisasi parlemen dunia itu mengambil langkah konkret guna menghentikan agresi dan meredam eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca juga :
AS Langgar Gencatan Senjata, Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz

Dalam pernyataannya pada forum sidang IPU, Jazuli menegaskan bahwa konflik yang berlangsung saat ini tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah berkembang menjadi krisis regional yang melibatkan berbagai negara serta aktor global.

Ia menilai akar persoalan utama berada pada agresi Israel terhadap Palestina yang dinilai terus memicu siklus kekerasan berkepanjangan. Menurutnya, selama penjajahan dan tindakan kekerasan terhadap Palestina belum dihentikan, stabilitas kawasan akan sulit tercapai secara menyeluruh.

Baca juga :
Golkar Yakin Gubernur Jatim Mampu Redam Gejolak Demo

“Selama akar konflik ini tidak diselesaikan, maka perdamaian hanya akan bersifat semu. Kemerdekaan Palestina menjadi kunci untuk memutus rantai kekerasan tersebut,” ujar Jazuli, Jumat (24/4).

Lebih lanjut, ia juga menyoroti meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran yang dinilai memperparah situasi keamanan kawasan. Eskalasi tersebut, kata dia, telah merembet ke sejumlah negara lain, termasuk kawasan Teluk, dengan dampak yang semakin luas.

Baca juga :
Legislator Golkar: Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen Paling Proporsional

Menurut Jazuli, konflik yang meluas tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga memicu krisis di sektor ekonomi, energi, hingga stabilitas sosial. Jalur perdagangan strategis terganggu, ketegangan geopolitik meningkat, serta risiko konflik terbuka kian besar.

Ia menekankan bahwa pendekatan militer bukan solusi, melainkan justru memperbesar penderitaan manusia. Korban jiwa yang terus bertambah, gelombang pengungsi, serta kerusakan infrastruktur disebutnya sebagai bukti nyata bahwa konflik ini telah menjadi tragedi kemanusiaan global.

Karena itu, Jazuli mendorong IPU untuk tidak berhenti pada pernyataan politik semata, melainkan memimpin langkah global yang terkoordinasi dalam menghentikan agresi dan mendorong perdamaian.

Ia juga menyerukan agar seluruh pihak terkait, termasuk Amerika Serikat, Israel, dan Iran, kembali ke meja perundingan serta menjunjung tinggi hukum internasional tanpa standar ganda.

Menurutnya, kegagalan dalam menegakkan hukum internasional selama ini justru menjadi salah satu faktor yang memperpanjang konflik di Timur Tengah.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Jazuli Juwaini konflik Timur Tengah kemerdekaan Palestina hukum internasional

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777