https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Eropa Kompak Tolak Seruan AS Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Vaza Diva | Rabu, 18/03/2026 04:04 WIB



Negara Eropa secara tegas menyatakan tidak memiliki niat untuk terseret lebih jauh ke dalam eskalasi militer yang kian memanas antara AS-Israel dengan Iran. Di tengah konflik Timur Tengah antara AS-Israel dan Iran, beberapa negara Eropa tidak mau ikut campur dengan mengirim kapal perang ke Selat Hormuz (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Gelombang penolakan datang dari negara-negara besar Eropa terhadap permintaan Amerika Serikat untuk mengerahkan kekuatan angkatan laut ke Selat Hormuz.

Para pemimpin Benua Biru secara tegas menyatakan tidak memiliki niat untuk terseret lebih jauh ke dalam eskalasi militer yang kian memanas antara AS-Israel dengan Iran.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan posisi blok tersebut usai pertemuan para menteri luar negeri di Brussels pada Senin (16/3).

Baca juga :
Trump Ultimatum Iran: Segera Berdamai atau Hancur Total!

Ia menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah keamanan maritim yang terukur, bukan perluasan konflik.

"Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini," katanya.

Baca juga :
Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

Senada dengan Kallas, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menjelaskan bahwa mandat misi angkatan laut Uni Eropa saat ini memiliki batasan operasional yang jelas.

“Kami bersedia memperkuat misi-misi ini,” katanya.

Baca juga :
Usai Kunjungan Trump, China bakal Beli Pesawat dari Amerika Serikat

“tetapi saya rasa misi-misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz,” tambahnya.

Sikap keras juga ditunjukkan oleh Jerman. Kanselir Friedrich Merz memastikan Berlin tidak akan mengirimkan pasukan ke wilayah Teluk.

Hal ini diperkuat oleh Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, yang menekankan hambatan hukum dan parlemen untuk pengerahan pasukan di luar wilayah NATO.

“Ini bukan perang kami; kami tidak memulainya. Kami menginginkan solusi diplomatik dan penyelesaian konflik yang cepat," ujarnya.

Penolakan serupa datang dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, serta pemimpin pemerintahan Polandia dan Belgia.

Mereka mengkritik tekanan dari Washington, terutama setelah Presiden Donald Trump mengeklaim adanya dukungan dari banyak negara tanpa menyebutkan identitas mereka secara spesifik.

Krisis di Selat Hormuz sendiri bermula sejak 28 Februari lalu, ketika Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menutup jalur vital tersebut sebagai respons atas serangan AS-Israel.

Terhentinya aliran sekitar 20 juta barel minyak per hari melalui selat ini telah memicu guncangan hebat pada pasar energi global dan lonjakan harga minyak dunia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Negara Eropa Amerika Serikat Selat Hormuz Kapal Perang Donald Trump

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Senin, 22/06/2026 12:42 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Austria

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777