https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Diabetes Gerus Ekonomi Global, Kerugiannya Tembus Ratusan Triliun Dolar AS

Agus Mughni | Selasa, 13/01/2026 23:05 WIB



Diabetes tidak hanya menggerogoti kesehatan individu, tetapi juga perlahan melemahkan ekonomi global Ilustrasi pengecekan gula darah atau diabetes (Foto: isens usa/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Diabetes tidak hanya menggerogoti kesehatan individu, tetapi juga perlahan melemahkan ekonomi global. Penyakit kronis ini kini dialami sekitar satu dari sepuluh orang dewasa di dunia, dengan jumlah penderita yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sebuah studi global terbaru menunjukkan dampaknya jauh melampaui biaya rumah sakit. Diabetes menekan produktivitas tenaga kerja, mengurangi partisipasi ekonomi, dan membebani keluarga melalui perawatan jangka panjang yang sering kali tidak dibayar.

Penelitian yang mencakup 204 negara selama periode 2020–2050 ini membandingkan kondisi ekonomi dunia saat ini dengan skenario hipotetis tanpa diabetes. Selisih antara keduanya mencerminkan besarnya potensi ekonomi yang hilang akibat penyakit ini.

Baca juga :
Pagi Ini, Rupiah Menguat ke Level Rp16.763 per Dolar

Hasilnya mencengangkan. Tanpa menghitung perawatan keluarga yang tidak dibayar, kerugian ekonomi global akibat diabetes diperkirakan mencapai sekitar 10 triliun dolar AS, atau setara 0,2 persen PDB dunia setiap tahun. Namun ketika peran perawat informal dimasukkan, angka itu melonjak drastis hingga 152 triliun dolar AS.

Salah satu dampak terbesar datang dari hilangnya tenaga kerja. Diabetes meningkatkan risiko kematian dini, menurunkan kapasitas kerja, dan memperbesar angka absensi akibat komplikasi kesehatan jangka panjang. Dampak ini secara langsung menggerus produktivitas nasional.

Baca juga :
Awal 2026, Ini Deretan Mata Uang Paling Lemah di Dunia

Beban ekonomi juga berpindah ke ranah keluarga. Banyak anggota keluarga terpaksa mengurangi jam kerja atau keluar dari pasar tenaga kerja untuk merawat penderita diabetes, sehingga kehilangan pendapatan dan kontribusi ekonomi.

Studi tersebut mencatat bahwa perawatan tidak berbayar menyumbang sekitar 85 hingga 90 persen dari total kerugian ekonomi. Tingginya prevalensi diabetes membuat kebutuhan perawatan harian jauh lebih besar dibandingkan angka kematian yang ditimbulkannya.

Baca juga :
Diabetes Diam-diam Merusak Jantung dari Dalam, Studi Ungkap Mekanismenya

Di sisi lain, diabetes juga menggeser pola belanja ekonomi. Dana rumah tangga dan negara yang seharusnya dialokasikan untuk investasi produktif justru terserap ke biaya pengobatan dan perawatan kesehatan.

Negara-negara berpendapatan tinggi mencatat beban biaya pengobatan yang lebih besar karena akses layanan kesehatan yang lebih baik. Sebaliknya, negara berpendapatan rendah mengalami kerugian produktivitas yang lebih parah akibat keterlambatan diagnosis dan keterbatasan perawatan.

Pandemi COVID-19 memperburuk situasi. Diabetes meningkatkan risiko infeksi berat, sementara COVID-19 sendiri diketahui dapat memicu munculnya diabetes tipe 2. Akibatnya, kerugian ekonomi terkait diabetes meningkat tajam selama masa pandemi di sejumlah negara besar.

Peneliti menilai pendekatan ekonomi baru yang digunakan dalam studi ini memberikan gambaran lebih realistis dibandingkan metode sebelumnya. Model tersebut memperhitungkan dinamika pasar tenaga kerja, peran perawat keluarga, serta pergeseran belanja ekonomi, bukan sekadar menjumlahkan biaya medis.

Kesimpulannya jelas. Diabetes bukan hanya persoalan medis, melainkan ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pencegahan melalui gaya hidup sehat, deteksi dini, dan pengelolaan yang tepat menjadi investasi penting, tidak hanya bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga bagi stabilitas dan masa depan ekonomi global. (*)

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine. Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Penyakit Diabetes Ekonomi Global Dolar AS Dampak Diabetes Beban Ekonomi

Terkini | Selasa, 28/04/2026 12:17 WIB

News

Prabowo Perintahkan Korban Laka Kereta Bekasi Dapat Layanan Terbaik

News

Prabowo Pastikan Korban Kecelakaan KA Bekasi Dapat Kompensasi

News

Buntut Insiden Bekasi Timur, DPR Bakal Panggil Kemenhub, KAI dan KNKT

News

Prabowo Siapkan Rp4 Triliun Benahi Lintasan Kereta Api dan Bangun Fly Over

News

AS Tambah Dakwaan Pelaku Penembakan di Gedung Putih

News

Tragedi Kereta Bekasi, BPKN RI Sebut Sistem PT KAI Perlu Dievaluasi Total

News

DPR Segera Panggil Mendikdasmen, Evaluasi Standar Pendidikan Daycare

News

Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Ini Kata Pengamat Transportasi

News

Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 14 Meninggal Dunia, 84 Luka-luka

Gaya Hidup

Gunakan Kondom dalam Penelitian, Ilmuwan Temukan Fungsi Unik Menara Cicada

News

Komisi V Minta Pemerintah Tuntaskan Darurat Perlintasan Sebidang Kereta Api

News

Insiden Maut Kereta di Bekasi, Legislator Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

News

Pimpinan DPR Minta Investigasi Total Tabrakan Kereta Bekasi Timur

Gaya Hidup

Tanaman Invasif Ini Bikin Nyamuk Tumbuh Lebih Cepat dan Hidup Lebih Lama

Humanika

Ikhtiar hingga Doa agar Jemaah Haji Tidak Tersesat di Tanah Suci

News

KA Argo Bromo Tabrak KRL, KAI Batalkan 13 Perjalanan Kereta Jarak Jauh

News

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Korban Meninggal 7 Orang

News

Sepekan Operasional Haji 2026, 34.657 Jemaah Diberangkatkan ke Tanah Suci

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777