https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

268 Warga Pasaman Masih Mengungsi, Begini Kondisinya

Rizki Ramadhan | Selasa, 23/12/2025 20:09 WIB



Warga yang mengungsi itu tidak di lokasi khusus pengungsian, tetapi di rumah warga yang aman dan rumah sanak famili yang jauh dari daerah rawan. Para penduduk yang terdampak bencana banjir dan longsir di wilayah Sumatera dan Aceh (Foto: sinpo)

Jakarta, Jurnas.com- Sebanyak 268 warga terdampak bencana alam di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, tercatat masih mengungsi.

Data itu disampaikan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.  Warga yang mengungsi itu akibat rumahnya hanyut, rusak dan berada di rawan bencana atau zona merah," kata Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Barat Jhon Edwar di Simpang Empat, Selasa.

Dia mengatakan warga yang mengungsi itu tidak di lokasi khusus pengungsian, tetapi di rumah warga yang aman dan rumah sanak famili yang jauh dari daerah rawan.

Baca juga :
4 Orang Tewas dalam Bencana Banjir dan Longsor di Negara Bagian Brasil

Menurutnya, warga yang masih mengungsi itu tersebar di Kecamatan Ranah Batahan sebanyak 40 orang, Kecamatan Gunung Tuleh lima orang, kemudian 193 orang mengungsi di Kecamatan Talamau, serta di Kecamatan Pasaman ada 15 orang, dan di Kecamatan Kinali sebanyak 15 orang.

Terhadap para pengungsi pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan lainnya sambil menunggu bantuan hunian sementara (huntara) dari BNPB.

Baca juga :
Mengapa Gempa Bumi Bisa Terjadi? Ini Alasan Ilmiahnya

Dari data yang dihimpun sementara sampai Selasa (23/12) ada 18 rumah rusak berat, 16 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan. Kemudian 11 rumah hanyut, 11 sekolah terdampak, tiga fasilitas kesehatan rusak, 30 tempat ibadah terdampak, satu kantor rusak, dan 1.904 meter irigasi rusak.

Kemudian lima orang meninggal dunia akibat bencana alam, tiga orang hilang, dan lima orang luka.

Baca juga :
Pemda Diminta Siap Siaga Hadapi Ancaman Bencana Akhir Tahun

"Juga ada 15 bendungan rusak,14 jembatan rusak, 12 jalan rusak, 1.005 hektare lahan pertanian terdampak, dan 12.071,5 hektare lahan perkebunan terdampak," katanya.

Selain itu, kata dia, pasokan beras dari pemerintah sudah didistribusikan ke masyarakat terdampak sebanyak 113 ton.

Sedangkan bahan logistik lainnya baik dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat, sudah didistribusikan ke masyarakat terdampak dengan perkiraan nilai Rp1.282.527.000.

"Untuk masa tanggap darurat bencana kita perpanjang hingga 29 Desember 2025 untuk pembersihan material longsor dan pendistribusian logistik. Sebab, menurut informasi BMKG dari 21 sampai 31 Desember wilayah Pasaman berada pada status waspada cuaca ekstrem," katanya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bencana Alam Sumatera Barat BNPB Jhon Edwar

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777