https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Atasi Brain Rot, Tips Pulihkan Fokus dan Konsentrasi

Agus Mughni | Selasa, 23/12/2025 06:07 WIB



Ilustrasi - brain rot (FOTO: SHUTTERSTOCK)

Jakarta, Jurnas.com - Di era digital, istilah “brain rot” semakin populer. Istilah ini merujuk pada penurunan fungsi mental akibat konsumsi konten digital yang dangkal, absurd, dan tidak menantang. Ini bukan penyakit medis, tapi efeknya bisa menimbulkan kesulitan berkonsentrasi, kelelahan mental, dan penurunan kreativitas.

Menurut Forbes 2024, brain rot adalah bentuk “pengakuan intelektual” dari pengguna media sosial yang menyadari otak mereka mulai ‘error’ karena terlalu sering terpapar konten berkualitas rendah.

Meskipun istilah ini modern, konsepnya bukan baru. Henry David Thoreau sudah menyinggungnya di tahun 1854 melalui karyanya Walden, mengingatkan bahwa masyarakat mulai menyederhanakan ide-ide kompleks sehingga merusak kemampuan berpikir.

Baca juga :
20 Ucapan Hari Buku Nasional yang Penuh Makna dan Inspiratif

Di era digital, kita dibanjiri notifikasi informasi, meme absurd, video pendek, dan iklan personalisasi. Dikutip dari Tecnológico de Monterrey, brain rot modern hanyalah versi baru dari kekhawatiran Thoreau, keti otak kehilangan ketajamannya karena terlalu sering menerima, bukan mencerna.

Strategi Memulihkan Otak dari Brain Rot

Pertama, kurasi konten secara aktif. Unfollow akun yang membuat cemas, minder, atau tidak memberi manfaat. Fokus pada akun yang membangun, bukan membakar mental.

Baca juga :
10 Ucapan Peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang Penuh Makna

Kedua, batasi waktu layar. Gunakan fitur Digital Wellbeing (Android) atau Screen Time (iOS). Tetapkan batas harian untuk aplikasi yang membuat scroll tanpa henti.

Ketiga, tetapkan tujuan sebelum pegang ponsel. Alih-alih membuka ponsel tanpa alasan, tetapkan niat seperti membalas pesan atau mencari info tertentu, mencegah doomscrolling.

Baca juga :
Ini Sejarah dan Makna Pesta Babi bagi Masyarakat Papua

Keempat, istirahatkan otak dengan aktivitas non-digital. Membaca buku fisik, menulis jurnal, berjalan kaki, atau menikmati kopi tanpa layar membantu otak pulih.

Kelima, bangun interaksi sosial nyata. Bertemu teman atau ngobrol dengan keluarga tanpa gadget memperkuat koneksi emosional dan kepekaan sosial.

Terakhir, mulai hari dengan penuh kesadaran. Hindari notifikasi di pagi hari. Mulai hari dengan kesadaran penuh seperti buat daftar prioritas, duduk tenang, atau minum kopi tanpa layar.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Brain Rot Mental Health Media Sosial Mindful Scrolling

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777