https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menag Dorong Guru Buddha Ajarkan Rasa dan Spiritualitas

Vaza Diva | Senin, 22/12/2025 07:07 WIB



Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengajak para guru Pendidikan Agama Buddha untuk tidak semata-mata bertumpu pada rasio dalam proses belajar-mengajar. Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberikan arahan kepada para Guru Pendidikan Agama Buddha dan Guru Pendidikan Keagamaan Buddha (Foto: kemenag)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengajak para guru Pendidikan Agama Buddha untuk tidak semata-mata bertumpu pada rasio dalam proses belajar-mengajar.

Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis rasa dan spiritualitas agar pendidikan melahirkan insan berkarakter, bukan hanya cerdas secara intelektual.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Apresiasi Guru Pendidikan Agama Buddha dan Pendidikan Keagamaan Buddha Tahun 2025 di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (21/12).

Baca juga :
Menag Minta Pesantren Naik Kelas dan Dirikan Ma`had Aly

Menag mengulas makna filosofis kata “guru” dari bahasa Sanskerta, yakni Gu (kegelapan) dan Ru (cahaya). Makna ini, menurutnya, menuntut pendidik hadir sebagai penerang yang membebaskan peserta didik dari ketidaktahuan.

“Jangan mengajar murid hanya dengan rasio atau akal semata. Jika hanya rasio, murid mungkin menjadi pintar, tetapi kehilangan kepekaan nurani. Mengajarlah dengan rasa, dengan intellect dan spiritual, agar lahir generasi yang berkarakter,” tegas Menag Nasaruddin, Minggu (21/12/2025).

Baca juga :
Menag: Tak Cukup Regulasi, Cegah Kekerasan Seksual Perlu Perubahan Budaya

Ia juga menyinggung teladan Siddharta Gautama sebagai guru bagi dewa dan manusia. Karena itu, Menag mendorong para pendidik menghidupkan empat keadaan batin luhur (Brahmavihāra) dalam pembelajaran, yaitu mettā (cinta kasih tanpa syarat), karuṇā (welas asih), mudita (turut berbahagia), dan upekkhā (keseimbangan batin).

Lebih jauh, Menag menekankan peran guru sebagai kalyāṇamitta atau sahabat yang baik, yang membimbing peserta didik menuju kebenaran. Ia berharap nilai-nilai tersebut terintegrasi dengan kurikulum berbasis ekologi yang sejalan dengan doa universal umat Buddha, Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta—“semoga semua makhluk berbahagia”.

Baca juga :
Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

“Konsep ini sangat ekologis. Semua makhluk itu mencakup manusia, hewan, tumbuhan, hingga alam semesta. Guru harus menanamkan kesadaran bahwa jika alam rusak, manusia pun akan terdampak. Ini adalah wujud moderasi beragama yang menjaga harmoni dengan alam,” imbuhnya.

Menag turut menyampaikan apresiasi kepada para guru, khususnya yang bertugas di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai bentuk dukungan, termasuk penyediaan fasilitas penunjang seperti laptop dan perangkat digital.

“Jangan berkecil hati jika penghargaan di bumi terasa kurang. Yakinlah, nama Bapak dan Ibu tercatat indah di langit sebagai pejuang kemanusiaan,” pungkas Menag.

Melalui seruan tersebut, Menag menegaskan peran strategis pendidikan agama dalam memperkuat moderasi beragama, menumbuhkan harmoni antarmanusia sekaligus tanggung jawab ekologis bagi generasi muda.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Agama Nasaruddin Umar guru Pendidikan Agama Buddha proses belajar mengajar

Terkini | Rabu, 05/08/2026 08:06 WIB

Humanika

5 Agustus 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Olahraga

Kalah dari Persib, Taktik Shin Tae-yong di Persija Mulai Dipertanyakan

Gaya Hidup

Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi Global, Peneliti Temukan Risiko Besar

News

Menkomdigi Minta Waspadai Hoaks Demo, Banyak Video Lama Kembali Viral

News

Menteri ATR Targetkan Pelayanan Balik Nama Hak Tanah Paling Lama 10 Hari

News

KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Kasus Silmy Karim

Gaya Hidup

Bagaimana Cara Membuat Alat Sederhana untuk Melihat Gerhana Matahari

News

Legislator: Negara Jangan Hanya Menyita, Aset Rampasan Harus Tetap Bernilai

News

KPK Siap Hadapi Praperadilan Tersangka Suap Auditor BPK Muara Enim

News

Kemenkes Tegaskan Anak Harus Dilindungi dari Promosi Vape

News

Kapal Migran Terbakar di Selat Inggris, 157 Orang Berhasil Diselamatkan

News

Basarnas Alihkan Operasi SAR KMP Muatiara Sentosa 2 jadi Operasi Rutin

News

Jaksa Agung Cabut Sementara Status Jaksa Febrie Adriansyah

Humanika

Apa Mahar Terbaik dalam Pandangan Islam?

Info Bank BNI

Ganda Putra Indonesia Raih Tiga Gelar, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

News

Ketua Komisi III: Tidak Benar Ada Surat Presiden Soal Pengganti Kapolri

Humanika

7 Perkara yang Membatalkan Salat Menurut Fikih

Humanika

6 Hal Mubah dalam Salat yang Boleh Dilakukan Tanpa Membatalkan Ibadah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777