https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kurangi Ketergantungan APBN, Koperasi Masjid dan Pesantren Diperkuat

Mutiul Alim | Selasa, 16/12/2025 15:41 WIB



Kemenag menyiapkan skema penguatan koperasi di masjid dan pesantren, usai melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Koperasi Konferensi pers Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan skema penguatan koperasi di masjid dan pesantren, usai melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) pada Selasa (16/12) di Gading Serpong, Tangerang.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan bahwa penguatan koperasi dalam rangka meningkatkan ekonomi keumatan. Dengan demikian, umat Islam ke depannya dapat memberdayakan dirinya sendiri.

"Sehingga pajak-pajak itu nanti kita gunakan untuk infrastruktur, untuk bangsa ke depan," kata Menag Nasaruddin kepada awak media.

Baca juga :
Menag Ingin Papua Barat Daya jadi Role Model Kerukanan Umat Beragama

Terkait potensi ekonomi keumatan, saat ini Indonesia memiliki 42 ribu pesantren dan 800 ribu masjid. Itu belum termasuk koperasi yang dapat dihadirkan di puluhan ribu madrasah di seluruh Indonesia.

"Kita berharap Kementerian Agama nanti bisa mengubah wajah umat, mengurangi ketergantungan pada pemerintah, mengurangi ketergantungannya kepada orang lain. Kenapa? Karena mereka itu bisa mandiri," ujar Menag.

Baca juga :
Menag Sebut Perlu Regulasi Dam Baru untuk Cegah Praktik Manipulasi

"Jika lembaga-lembaga keumatan, lembaga ekonomi umat ini mampu survive, membiayai dirinya sendiri, maka insyaallah fungsi kritis keagama itu juga akan makin kuat," dia menambahkan.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani Kemenag dan Kemenkop mendorong pondok pesantren dan masjid di bawah Kemenag untuk membentuk koperasi.

Baca juga :
Menag Sebut Pemeritah Takkan Terlibat Masalah Internal NU

Menurut Menkop Ferry, sudah banyak contoh pesantren yang berhasil mengelola koperasi lalu mampu bersaing dengan badan-badan usaha. Kehadiran pesantren juga diharapkan dapat memberikan manfaat bukan hanya untuk anggota koperasi, melainkan masyarakat di sekitar pondok pesantren.

"Koperasi penduduk pesantrennya sekarang perkembangannya pesat. Bahkan ada beberapa di antara kooperasi penduduk pesantren itu aset dan omsetnya itu Rp2 triliunan," kata Menkop.

"Ada beberapa contoh koperasi Pondok Pesantren Sidogiri, kemudian koperasi Pondok Pesantren Sunan Derajat, koperasi Pondok Pesantren Nurul Jadid, koperasi Pesantren An-Nur, dan Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Jawa Barat," ujar dia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Koperasi Pesantren Kementerian Agama Koperasi Masjid Nasaruddin Umar Ferry Juliantono

Terkini | Senin, 19/01/2026 09:06 WIB

Terpopuler

Jum'at, 16/01/2026 07:07 WIB
Humanika

Mengapa Isra Mikraj Jadi Hari Libur Nasional di Indonesia?

Sabtu, 17/01/2026 22:27 WIB
Gaya Hidup

Sisi Gelap Zodiak Capricorn yang Jarang Dibahas

Minggu, 18/01/2026 08:08 WIB
Gaya Hidup

Alasan Capricorn Dikenal sebagai Zodiak Pekerja Keras

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777