https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Adab Menuntut Ilmu dalam Islam yang Wajib Diketahui

Vaza Diva | Jum'at, 05/12/2025 16:05 WIB



Menuntut ilmu merupakan ibadah agung dalam Islam. Dalam pandangan para ulama, ilmu adalah cahaya yang membimbing manusia menuju kebenaran Ilustrasi - ini adab belajar dalam Islam (Foto: Pexels/Abdullah Ghatasheh)

Jakarta, Jurnas.com - Menuntut ilmu merupakan ibadah agung dalam Islam. Dalam pandangan para ulama, ilmu adalah cahaya yang membimbing manusia menuju kebenaran dan menjauhkan dari kegelapan kebodohan.

Karena itu, pencarian ilmu bukan sekadar proses intelektual, tetapi perjalanan spiritual yang membutuhkan adab serta kesucian niat.

Di tengah perkembangan zaman yang menghadirkan kemudahan akses informasi, ilmu begitu mudah didapatkan. Namun, kemudahan ini sering kali tidak diiringi dengan pemahaman akan etika menuntut ilmu.

Baca juga :
4 Pertanyaan di Yaumul Hisab yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

Padahal, adab merupakan penentu keberkahan ilmu. Tanpa adab, ilmu tidak akan menumbuhkan cahaya dan tidak memberikan manfaat nyata dalam kehidupan.

Islam mengajarkan bahwa kedudukan orang berilmu sangat mulia. Mereka diangkat derajatnya oleh Allah dan menjadi penerang bagi umat. Untuk mencapai kedudukan itu, setiap penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab sebagaimana dicontohkan oleh ulama terdahulu.

Baca juga :
Mengenal Hari Tasyrik: Makna, Asal Usul hingga Larangan Puasa

Adab menuntut ilmu menjadi prioritas utama sebelum seseorang memulai proses belajar. Imam Malik pernah menasihatkan bahwa belajar adab harus didahulukan sebelum belajar isi ilmu. Sebab ilmu yang tidak disertai adab hanya melahirkan kesombongan dan kerusakan.

Dalam tradisi Islam klasik, para murid mempelajari akhlak gurunya bukan hanya dari buku, tetapi melalui keteladanan langsung.

Baca juga :
Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Mereka menghormati guru, menjaga ketenangan majelis, dan menunjukkan kerendahan hati dalam setiap proses belajar. Adab ini menjadi jembatan untuk memperoleh keberkahan ilmu, sebab ilmu tidak akan menetap di hati yang keras dan sombong.

Menjaga niat menjadi bagian terpenting dalam adab menuntut ilmu. Niat tulus hanya karena Allah memurnikan tujuan belajar agar ilmu menjadi amal yang bernilai ibadah.

Jika menuntut ilmu dilakukan untuk mencari pujian, status sosial, atau keuntungan pribadi, maka ia kehilangan nilai spiritualnya. Rasulullah SAW memperingatkan bahwa orang yang mencari ilmu untuk tujuan dunia akan mendapat murka Allah.

Kesucian niat menjadikan ilmu sebagai cahaya yang menerangi hati dan akhlak, bukan sekadar menambah pengetahuan yang kering.

Kesabaran dan ketekunan menjadi adab berikutnya dalam menuntut ilmu. Para ulama terdahulu rela menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menempuh perjalanan panjang demi menemukan satu hadis atau mengoreksi sedikit kesalahan.

Mereka berkorban dengan penuh kerendahan hati demi meraih hikmah. Sikap tergesa-gesa merupakan penghalang ilmu, karena ilmu memerlukan kesungguhan hati, konsistensi belajar, dan kedisiplinan waktu. Ilmu tidak pernah diberikan kepada orang yang malas dan tidak menghormati proses belajar.

Selain itu, menjaga kesucian hati dan menjauhi maksiat menjadi syarat penting bagi keberkahan ilmu. Imam Syafi’i pernah mengadu kepada gurunya, Imam Waki’, tentang lemahnya hafalan.

Sang guru menasihati untuk meninggalkan maksiat, karena ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat. Nasehat ini menegaskan bahwa ilmu memerlukan kebersihan batin dan ketakwaan agar dapat memberi manfaat nyata dalam perilaku.

Adab terakhir adalah mengamalkan ilmu. Ilmu tanpa amal hanya akan menjadi beban yang berat. Para ulama klasik bahkan takut menyampaikan ilmu yang belum diamalkan, karena khawatir termasuk orang yang ucapannya tidak sesuai perbuatan. Mengamalkan ilmu adalah bukti syukur dan cara menjaga keberkahan.

Ketika ilmu diamalkan, ia akan berkembang, menyebar, dan mendatangkan hidayah bagi orang lain. Rasulullah SAW menggambarkan orang berilmu tanpa amal seperti pelita yang menerangi sekitarnya tetapi membakar dirinya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Menuntut ilmu Adab ilmu Ulama Muslim

Terpopuler

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Selasa, 16/06/2026 05:05 WIB
Gaya Hidup

16 Juni 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777