Ilustrasi - gorengan (Foto: RRI)
Jakarta, Jurnas.com - Perut buncit sering muncul bukan hanya karena kurang olahraga, tetapi juga akibat pola makan yang tidak disadari memicu penumpukan lemak dan gas di area perut.
Beberapa jenis makanan bisa membuat lingkar pinggang meningkat lebih cepat dibanding yang lain, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau tanpa kontrol porsinya.
Mengetahui makanan apa saja yang berpotensi menyebabkan perut buncit menjadi langkah penting untuk menjaga bentuk tubuh dan kesehatan pencernaan.
Kadar gula tinggi mendorong tubuh menyimpan energi dalam bentuk lemak, terutama di area perut. Konsumsi rutin membuat kadar insulin meningkat dan mempercepat terbentuknya lemak visceral.
Gorengan mengandung lemak trans dan minyak jenuh yang sulit dicerna tubuh. Lemak ini disimpan sebagai cadangan energi dan lama-kelamaan menumpuk di perut. Proses penggorengan juga meningkatkan kalori tanpa disadari.
Garam berlebih membuat tubuh menahan cairan sehingga perut tampak lebih besar dan terasa kembung. Konsumsi rutin dapat memicu perut buncit meskipun berat badan tidak naik signifikan.
Roti putih, mi instan, pasta, dan nasi putih masuk kategori karbohidrat olahan yang cepat meningkatkan gula darah. Ketika dikonsumsi berlebihan, tubuh lebih mudah menyimpan kalori menjadi lemak di perut.
Burger, pizza, ayam goreng, dan makanan cepat saji lainnya memiliki kombinasi berbahaya: tinggi lemak, gula, dan natrium. Kalorinya juga padat sehingga sangat mudah menambah lemak perut dalam waktu singkat.
Gas dan gula dalam soda membuat perut cepat kembung. Selain itu, kadar gula yang sangat tinggi meningkatkan risiko penumpukan lemak visceral yang menyebabkan perut tampak membesar.
Alkohol memperlambat metabolisme dan membuat tubuh memprioritaskan pemecahan alkohol dibanding membakar lemak. Konsumsi berlebihan memicu timbunan lemak di sekitar pinggang, dikenal dengan istilah “beer belly”.
Produk susu tinggi lemak mengandung kalori besar serta laktosa yang sulit dicerna sebagian orang. Hal ini membuat perut terasa kembung dan memicu penyimpanan lemak.
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB