Ilustrasi - berikut ini jenis alergi paling aneh di dunia (Foto: REUTERS)
Jakarta, Jurnas.com - Alergi terkadang diidentikkan dengan reaksi tubuh terhadap debu, makanan laut, atau serbuk sari. Namun di berbagai belahan dunia, dokter menemukan jenis-jenis alergi langka yang jauh lebih unik dan sulit dipercaya.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan gejala fisik, tetapi juga membuat penderitanya harus menjalani pola hidup yang sangat berbeda dari orang lain.
Beberapa alergi di bawah ini begitu jarang terjadi hingga hanya ditemukan pada satu dari jutaan orang di dunia. Mulai dari alergi terhadap air, olahraga, bahkan getaran suara, semuanya menunjukkan betapa kompleksnya reaksi tubuh manusia terhadap pemicu tertentu.
Meski tubuh manusia 60% terdiri dari air, ada orang yang justru mengalami reaksi alergi ketika kulitnya bersentuhan dengan air. Alergi ini menyebabkan ruam, gatal, dan rasa terbakar hanya dalam hitungan menit setelah kontak. Air mandi, keringat, bahkan air mata sendiri dapat memicu reaksi.
Beberapa orang mengalami reaksi alergi parah ketika melakukan aktivitas fisik seperti lari, berenang, atau bersepeda. Gejala mulai dari gatal, ruam, hingga kesulitan bernapas. Penderita alergi ini harus mengontrol intensitas olahraga atau menghindari jenis gerakan tertentu.
Getaran ringan seperti suara bass, mesin mobil, hingga tepukan tangan dapat memicu gatal dan bengkak di kulit. Dalam kasus ekstrem, penderita tidak bisa berada di dekat kendaraan bermesin karena sensasi getaran dapat memicu reaksi instan.
Suhu dingin dari es, angin, atau air kolam dapat menyebabkan biduran, bengkak, dan pingsan. Beberapa kasus fatal dilaporkan ketika penderita masuk ke air dingin karena tubuh mengalami shock mendadak.
Sinar matahari bisa menjadi “musuh” bagi sebagian kecil orang. Hanya beberapa menit terpapar sinar UV dapat menimbulkan ruam merah dan rasa terbakar di kulit. Penderita harus menggunakan pakaian tertutup dan menghindari matahari langsung.
Sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi ketika bersentuhan dengan benda logam seperti koin, perhiasan, atau pegangan pintu. Reaksinya meliputi ruam merah, rasa terbakar, hingga kulit melepuh. Logam seperti nikel menjadi pemicu paling umum.
Mirip dengan alergi air, kondisi ini dikenal sebagai cholinergic urticaria. Ketika tubuh mengeluarkan keringat—baik karena panas, emosi, atau olahraga—kulit akan bereaksi dengan bentol-bentol dan rasa gatal ekstrem.
Beberapa perempuan mengalami alergi terhadap hormon progesteron mereka sendiri, menyebabkan ruam menjelang menstruasi. Kondisi ini disebut Autoimmune Progesterone Dermatitis dan sangat langka.
Jum'at, 01/05/2026 01:10 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB