https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Legislator PDIP: Diversifikasi Pilar Utama Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Samrut Lellolsima | Selasa, 18/11/2025 12:26 WIB



Kita selama ini terlalu fokus pada beras. Padahal negara lain berkembang karena memperluas basis pangan, bukan menyempitkannya. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Rokhim Dahuri. (Foto: Ist)

 

Jakarta, Jurnas.com - Diversifikasi pangan Indonesia masih lemah lantaran baru memanfaatkan sekitar 25 spesies pangan. Kondisi itu jauh tertinggal dibanding Tiongkok yang telah mengonsumsi lebih dari 125 spesies.

Baca juga :
Legislator PDIP Geram Bantuan Beras dan Minyak Goreng Belum Tersalurkan

Hal itu sebagaimana diutarakan Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri dalam keterangan pers, Selasa (18/11).

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan sebuah ironi mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi kedua di dunia, dan diversifikasi pangan merupakan salah satu pilar utama kemandirian dan ketahanan pangan. 

Baca juga :
Komisi X DPR Akan Bawa Aspirasi Dosen PPPK ke Kemdiktisaintek

Namun, ketergantungan pada hanya tiga komoditas besar seperti padi, jagung, dan kedelai, membuat Indonesia sangat rentan terhadap perubahan iklim, fluktuasi harga global, dan gangguan distribusi.

Sehingga revisi RUU Pangan harus memberi perhatian khusus terhadap perluasan konsumsi pangan lokal seperti sorgum, sagu, umbi-umbian, talas, kacang-kacangan, hingga pangan laut yang selama ini belum mendapatkan tempat strategis dalam kebijakan pemerintah. 

Baca juga :
Legislator PKS: Pidato Presiden Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi

“Kita selama ini terlalu fokus pada beras. Padahal negara lain berkembang karena memperluas basis pangan, bukan menyempitkannya. Keberagaman pangan adalah kekuatan,” kata Rokhim, dalam keterangan persnya, Selasa (18/11).

Ia menilai, Indonesia harus bergerak cepat mengingat dampak perubahan iklim dapat mengancam produksi padi nasional dalam beberapa tahun ke depan. Terlebih negara-negara maju memiliki strategi agresif dalam mengembangkan sumber pangan alternatif.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong Panja RUU Pangan untuk memasukkan kebijakan diversifikasi berbasis riset, insentif pasar, dan edukasi konsumsi masyarakat sebagai bagian dari rancangan regulasi baru.

“Kalau kita tidak segera melakukan diversifikasi, risiko krisis pangan akan semakin besar,” katanya menambahkan.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Legislator PDIP Rokhmin Dahuri diversifikasi pangan ketahanan pangan RUU Pangan

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777