https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Adat Pernikahan Sunda yang Sarat Makna

Vaza Diva | Minggu, 16/11/2025 11:05 WIB



Pernikahan dalam tradisi Sunda tidak sekadar menjadi momen penyatuan dua pribadi, tetapi juga wadah untuk merawat warisan budaya dan nilai-nilai leluhur. Ilustrasi - ini makna dibalik pernikahan adat Sunda (Foto: detik)

Jakarta, Jurnas.com - Pernikahan dalam tradisi Sunda tidak sekadar menjadi momen penyatuan dua pribadi, tetapi juga wadah untuk merawat warisan budaya dan nilai-nilai leluhur.

Setiap prosesi yang berlangsung sarat simbol, doa, serta makna mendalam yang menggambarkan hubungan selaras antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Rangkaian adat biasanya dibuka dengan narosan atau lamaran, ketika keluarga pria datang secara resmi untuk meminang calon mempelai perempuan.

Baca juga :
Ini Alasan Gunung Papandayan Cocok untuk Pendaki Pemula

Tahapan ini menjadi penanda bahwa kedua keluarga telah mencapai kesepahaman dan kesiapan menuju jenjang pernikahan. Setelah itu, dilakukan seserahan, yaitu penyerahan berbagai perlengkapan yang memiliki makna kesiapan calon suami dalam memulai rumah tangga.

Menjelang hari pernikahan, terdapat prosesi siraman, yakni memandikan calon pengantin dengan air bunga oleh orang tua dan para sesepuh. Ritual tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penyucian diri, sekaligus persiapan batin menghadapi kehidupan baru.

Baca juga :
Legenda Curug Siliwangi dan Pesona Gunung Puntang di Bandung Selatan

Pada kesempatan tertentu, prosesi ngeyeuk seureuh juga digelar, dipimpin oleh juru adat yang membacakan doa dan memperagakan simbol-simbol kehidupan rumah tangga.

Pada hari pelaksanaan, akad nikah berlangsung dengan tata cara Islam dan tetap berbalut suasana adat Sunda. Seusai akad, kedua mempelai melakukan sungkeman kepada orang tua sebagai wujud hormat dan permohonan restu.

Baca juga :
Kang Dedi Imbau Bobotoh Tak Euforia Berlebih Usai Persib Menang

Acara kemudian dilanjutkan dengan saweran, yaitu penaburan beras, uang logam, dan bunga sebagai lambang doa untuk kelimpahan rezeki dan keharmonisan.

Setiap elemen yang digunakan dalam prosesi ini memiliki filosofi tersendiri. Daun sirih, misalnya, menjadi simbol kekompakan dan persatuan, sedangkan air untuk siraman merepresentasikan pembersihan jiwa.

Kekayaan makna inilah yang menjadikan upacara pernikahan Sunda bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga perekat hubungan antar-keluarga serta penjaga kearifan lokal.

Meski tren pernikahan modern semakin marak, banyak pasangan tetap memilih memasukkan unsur adat Sunda dalam pesta mereka.

Hal ini menjadi bukti bahwa nilai budaya tidak lekang oleh waktu dan tetap mendapat tempat di hati masyarakat sebagai bagian penting dari identitas dan sejarah.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Jawa Barat Pernikahan Sunda Warisan budaya Adat Sunda

Terpopuler

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Selasa, 16/06/2026 05:05 WIB
Gaya Hidup

16 Juni 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777