https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengapa Planet Pengganti Bumi Masih Sulit Ditemukan?

Mutiul Alim | Sabtu, 08/11/2025 13:55 WIB



Bumi punya kondisi yang sangat istimewa. Jaraknya dari Matahari pas, tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin atau berada di zona yang disebut habitable zone Ilustrasi Bumi berotasi pada porosnya (Foto: Pexels/Pixabay)

Jakarta, Jurnas.com - Pertanyaan tentang planet pengganti Bumi selalu menarik untuk diulas. Dari film sci-fi hingga riset NASA, manusia terus mencari tempat lain yang bisa dihuni.

Tapi faktanya, hingga kini belum ada satu pun planet yang benar-benar layak menggantikan Bumi. Kenapa?

Pertama, karena Bumi punya kondisi yang sangat istimewa. Jaraknya dari Matahari pas, tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin atau berada di zona yang disebut habitable zone atau zona layak huni. Suhu ini juga memungkinkan air tetap dalam bentuk cair sebagai syarat utama kehidupan.

Baca juga :
Ilmuwan Duga Bintang Gelap Jawaban atas Tiga Misteri Alam Semesta

Masalahnya, sebagian besar planet yang ditemukan lewat teleskop seperti Kepler, TESS, dan James Webb Space Telescope (JWST) berada ratusan hingga ribuan tahun cahaya dari kita. Artinya, sekalipun planet itu cocok, manusia belum punya teknologi untuk mencapainya.

Selain itu, faktor atmosfer juga penting. Banyak exoplanet (planet di luar tata surya) memang seukuran Bumi, tapi atmosfernya bisa penuh karbon dioksida, metana, atau bahkan gas beracun.

Baca juga :
Ilmuwan Susun Peta Materi Gelap Paling Tajam dalam Sejarah

NASA menemukan bahwa sebagian besar planet berbatu yang terdeteksi tidak memiliki pelindung magnetik seperti Bumi, yang penting untuk menahan radiasi matahari.

Belum lagi masalah gravitasi. Jika planet terlalu kecil, atmosfernya mudah hilang. Jika terlalu besar, gravitasi terlalu kuat dan membuat manusia sulit bergerak. Bumi berada di titik tengah yang sempurna antara keduanya.

Baca juga :
Teleskop Webb Pecahkan Asal-Usul Mineral Kristalin di Komet

Ilmuwan memang sudah menemukan beberapa kandidat menarik, seperti Kepler-452b dan TOI-700 d, tapi belum ada bukti adanya air atau oksigen dalam jumlah cukup. JWST kini terus mengamati atmosfer planet-planet itu untuk mencari tanda kimia kehidupan, seperti jejak ozon dan metana.

Namun, bukan berarti usaha ini sia-sia. Setiap penemuan exoplanet membantu ilmuwan memahami betapa uniknya Bumi. Dalam galaksi dengan miliaran bintang, ternyata menemukan kembaran Bumi itu jauh lebih sulit dari yang kita bayangkan.

Jadi, kalau kamu pernah merasa bosan tinggal di Bumi, mungkin ini saatnya bersyukur. Setidaknya, sejauh ini, belum ada planet lain yang bisa menandingi kenyamanan rumah kita ini.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

planet pengganti Bumi definisi exoplanet Kepler 452b Temuan NASA James Webb zona layak huni

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777