https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

DPR Dorong Penguatan Teknologi Pengolahan Logam Tanah Jarang di Dalam Neger

Samrut Lellolsima | Kamis, 06/11/2025 16:04 WIB



Di China itu, mereka sudah punya alat sederhana yang bisa langsung memisahkan logam begitu masuk. Efisiensinya tinggi sekali. Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir. (Foto: Humas Fraksi PKS)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir, mendorong agar Indonesia memperkuat kemampuan teknologi pengolahan logam tanah jarang (LTJ) secara mandiri sebelum melangkah lebih jauh pada tahap komersialisasi atau kerja sama strategis lintas lembaga.

Pernyataan tersebut diutarakannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi XII DPR RI bersama Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Ikatan Alumni Teknik Geologi ITB, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/11).

Baca juga :
DPR Selidiki Gangguan GPS Pesawat, Sistem Navigasi Udara Nasional Diperiksa

“Kita semua tahu Presiden sudah memimpin langkah awal untuk fokus pada LTJ ini. Karena itu, saya mendorong teman-teman geologi agar memperkuat dulu penguasaan teknologi sederhana yang bisa mengolah LTJ,” ujar Jalal.

Politikus PKS ini menilai, sebelum DPR dan pemerintah berkoordinasi dengan berbagai lembaga seperti Kementerian ESDM, Kementerian Pertahanan, maupun lembaga riset nasional, penting bagi kalangan akademisi dan peneliti untuk menyiapkan teknologi praktis yang bisa langsung diterapkan.

Baca juga :
Legislator PKB: Kejar Mafia Pengirim PMI Ilegal

Jalal juga menyoroti praktik di Tiongkok, yang telah mampu mengolah logam tanah jarang menggunakan teknologi sederhana dengan tingkat efisiensi tinggi.

“Di China itu, mereka sudah punya alat sederhana yang bisa langsung memisahkan logam begitu masuk. Efisiensinya tinggi sekali,” katanya.

Baca juga :
Komisi IX DPR Desak Evaluasi Sistem UKOM Calon Dokter

Ia berharap ada dukungan dana riset, baik dari BUMN maupun sektor swasta, untuk mempercepat pengembangan teknologi pengolahan LTJ di dalam negeri.

Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga mampu memproduksi sendiri bahan strategis yang bernilai tambah tinggi.

“Kalau teknologi praktisnya sudah siap, saatnya nanti ketika Presiden membutuhkan untuk keperluan strategis nasional, semua pihak sudah siap,” tegas Jalal.

Menurut dia, kesiapan teknologi di tingkat riset dan manufaktur akan memudahkan DPR dalam mengoordinasikan langkah kebijakan lintas kementerian.

“Kami di DPR tentu akan berperan dalam mengoordinasikan lembaga-lembaga terkait agar semua bisa bergerak dengan arah yang sama,” pungkasnya.

 

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi XII Jalal Abdul Nasir logam tanah jarang Politikus PKS

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777