https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Makna di Balik Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia

Agus Mughni | Senin, 20/10/2025 11:40 WIB



Setiap tahun, Hari Osteoporosis Sedunia diperingati pada 20 Oktober sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan tulang Ilustrasi osteoporosis (Foto: Darya Varia)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tahun, Hari Osteoporosis Sedunia (World Osteoporosis Day) diperingati pada 20 Oktober sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tulang. Di balik peringatan tahunan ini, tersembunyi krisis kesehatan tulang yang rapuh bisa mengancam hidup kapan saja.

Osteoporosis adalah penyakit yang membuat tulang menjadi sangat lemah hingga bisa patah hanya karena batuk, bersin, atau terjatuh ringan. Rasa sakit berkepanjangan, disabilitas, dan bahkan kematian adalah risiko nyata dari kondisi ini, yang sering datang tanpa gejala awal.

Didirikan oleh International Osteoporosis Foundation (IOF), Hari Osteoporosis Sedunia menjadi puncak kampanye edukasi tahunan tentang bahaya penyakit ini. IOF terbentuk dari penggabungan dua organisasi besar di Eropa yang sejak akhir 1980-an berfokus pada pencegahan penyakit tulang.

Baca juga :
Begini Cara Mengembalikan Postur Tubuh yang Bungkuk agar Lebih Tegak

Peringatan pertama berlangsung pada 20 Oktober 1996 di Britania Raya, dengan dukungan Komisi Eropa. Namun, baru pada 1998, IOF resmi berdiri sebagai kekuatan global dalam kampanye kesadaran kesehatan tulang, berkat penyatuan European Foundation for Osteoporosis (EFFO) dan International Federation of Societies on Skeletal Diseases (IFSSD).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ikut memberikan dukungan di akhir 1990-an, dan sejak itu Hari Osteoporosis Sedunia terus berkembang sebagai agenda penting dalam kalender kesehatan global. Salah satu kegiatan utama adalah pemeriksaan kepadatan tulang (Bone Mineral Density/BMD), yang membantu deteksi dini sebelum patah tulang terjadi.

Baca juga :
Inilah Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Postur Tubuh

Sayangnya, meski teknologi dan pengobatan tersedia, krisis dalam penanganan osteoporosis masih berlangsung. Kampanye tahun ini mengusung tema “It’s Unacceptable!”, yang menyoroti kelalaian sistem kesehatan terhadap penderita osteoporosis.

Dikutip dari laman Worldosteporosisday, lebih dari 500 juta orang di dunia menderita osteoporosis, namun hingga 80% dari pasien yang mengalami patah tulang tak pernah menerima diagnosis atau pengobatan lanjutan. Akibatnya, mereka hidup dalam risiko patah tulang berikutnya, nyeri kronis, penurunan kualitas hidup, bahkan kematian dini.

Baca juga :
Konsumsi Vitamin D dan Kalsium Bersamaan, Apa Dampaknya bagi Tulang?

Situasi ini bukan hanya merugikan pasien, tetapi juga membebani keluarga, sistem kesehatan, dan ekonomi negara. Padahal, program seperti Fracture Liaison Services (FLS) terbukti efektif menutup kesenjangan dalam perawatan, namun belum dijalankan secara merata.

Kampanye global ini menyerukan aksi nyata kepada publik, profesional medis, dan pembuat kebijakan untuk mengakhiri pengabaian terhadap kesehatan tulang. Osteoporosis bukan penyakit tak terlihat yang boleh diabaikan; ia nyata, dapat dicegah, dan harus menjadi prioritas di seluruh tahap kehidupan.

Hari Osteoporosis Sedunia adalah pengingat keras bahwa menjaga tulang bukan tugas usia lanjut saja. Pencegahan dimulai sejak muda, dengan gizi cukup, aktivitas fisik, dan deteksi dini yang bisa menyelamatkan masa depan tulang manusia. (*)

 
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Osteoporosis Sedunia 20 Oktober Kesehatan Tulang

Terkini | Minggu, 25/10/2026 19:53 WIB

Gaya Hidup

6 Cara Alami Atasi Bau Ketiak Tanpa Perlu Deodoran

News

Bahas Negosiasi dan Konflik, Trump Sentil Jajaran Pemimpin Iran

News

Wamensos Dorong Muhammadiyah Perluas Akses Pendidikan Anak Keluarga Miskin

News

Militer Yaman Lumpuhkan 307 Petempur Houthi dalam 24 Jam

News

Cak Imin Dorong Penerima Bansos Mandiri, Target Kemiskinan 5 Persen di 2029

News

Target Khamis Mushait, Koalisi Arab Saudi Cegat Rudal Jelajah Houthi

News

Ajak Rakyat Rasional, Fahri: Kebijakan Prabowo untuk Menutup Kebocoran

News

Bentrokan Pecah di Roma, Massa Lempar Benda Peledak ke Polisi

Gaya Hidup

Bulan Purnama Hunter`s Moon Muncul 25–26 Oktober, Ini Cara Mengamatinya

News

Widya Pratiwi Kawal Penerbitan 27 Sertipikat Tanah Transmigran di Maluku

News

Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Penjaga Hutan dan Pencegah Karhutla

News

Kabut Asap 2026: Krisis Tidak Dapat Dibebankan kepada Indonesia Semata

News

Waspada Modus BSU 2026, Kemnaker Minta Pekerja Lindungi Data Pribadi

News

Bandara Riyadh Ubah Terminal Mulai 25 Oktober, Penumpang Diminta Cek Jadwal

News

Demo Anak Muda di Barcelona Berujung Ricuh, Toko Dijarah-Kontainer Dibakar

Humanika

Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi dalam Hadis Nabi Muhammad

News

Demo Yellow Vests, Prancis Dilaporkan Minta Operator Siaga Batasi Medsos

Humanika

Nabi Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak, Ini Maknanya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777