https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengapa Bali Dijuluki Pulau Dewata?

Vaza Diva | Minggu, 14/09/2025 20:01 WIB



Julukan Pulau Dewata berakar kuat pada keyakinan masyarakat Hindu Bali. Kata “Dewata” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “para dewa”. Ilustrasi - ini alasan mengapa Bali dijuluki Pulau Dewata (Foto: Pixabay/dezalb)

Jakarta, Jurnas.com - Bali, sebuah nama yang begitu mendunia, kerap disandingkan dengan julukan Pulau Dewata. Hampir semua orang mengenalnyam, wisatawan asing menjadikannya destinasi impian, sementara masyarakat Indonesia bangga menyebutnya ikon pariwisata tanah air.

Julukan Pulau Dewata berakar kuat pada keyakinan masyarakat Hindu Bali. Kata “Dewata” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “para dewa”. Bagi umat Hindu Bali, pulau ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa, khususnya di gunung-gunung yang dianggap suci seperti Gunung Agung.

Pura-pura megah yang tersebar di berbagai penjuru pulau menjadi simbol kehadiran spiritual ini. Pura Besakih di lereng Gunung Agung, misalnya, kerap disebut sebagai “pura ibu” dan pusat pemujaan tertinggi bagi umat Hindu di Bali.

Baca juga :
3 Ribu Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Teken Bantuan Perbaikan

Tidak hanya dalam keyakinan, keseharian masyarakat Bali juga dipenuhi dengan ritual dan persembahan. Hampir setiap rumah memiliki pura keluarga, dan setiap hari ada canang sari atau sesajen kecil yang diletakkan di halaman, di jalan, bahkan di pasar. Kehidupan yang begitu dekat dengan ritual ini membuat Bali tampak seperti pulau yang selalu hidup dalam nuansa sakral, seolah “pulau para dewa”.

Selain religiusitasnya, alam Bali yang menakjubkan juga memperkuat julukan ini. Gunung menjulang, sawah bertingkat, pantai yang memukau, hingga danau yang tenang—semuanya sering dianggap sebagai manifestasi anugerah para dewa. Ditambah lagi, seni tari, gamelan, dan upacara adat yang terus hidup hingga kini, menjadikan Bali seakan panggung abadi tempat dewa-dewi menari bersama manusia.

Baca juga :
Komisi X Sebut Bali Jadi Role Model Pemanfaatan Data BPS

Julukan Pulau Dewata sendiri sudah digunakan sejak lama, baik oleh sejarawan, sastrawan, hingga promotor pariwisata pada era kolonial Belanda. Narasi ini kemudian diperkuat pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan, menjadikan “Pulau Dewata” sebagai identitas promosi yang melekat hingga kini.

Baca juga :
Australia Beri Sinyal Siap Kerahkan Pasukan ke Laut China Selatan
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bali Pulau Dewata Para Dewa Banjir Hindu

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777