https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lima Negara Paling Sering Demonstrasi dalam Satu Dekade Terakhir

Vaza Diva | Senin, 01/09/2025 19:10 WIB



inilah lima negara yang paling sering dilanda aksi protes sepanjang satu dekade terakhir Massa aksi mencoba menerobos ke dalam Mako Brimob Jakarta Pusat (Foto: Vaza/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com – Aksi demonstrasi kini menjadi fenomena global yang menunjukkan kegelisahan masyarakat terhadap berbagai persoalan politik, sosial, hingga ekonomi.

Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, tercatat sejumlah negara mengalami gelombang protes yang intens dan meninggalkan dampak besar bagi pemerintahan maupun rakyatnya.

Data dari berbagai lembaga riset dan pemantau internasional turut merekam tren tersebut, memperlihatkan negara-negara dengan tingkat demonstrasi yang paling tinggi.

Baca juga :
Baleg DPR: Kewenangan Hitung Kerugian Negara Milik BPK

Berdasarkan rangkuman dari sejumlah sumber, inilah lima negara yang paling sering dilanda aksi protes sepanjang satu dekade terakhir:

1. India

Baca juga :
Demokrasi dan Ekonomi Memburuk, Ratusan Warga Tunisia Demo Presiden

India merupakan salah satu negara yang paling sering diguncang demonstrasi besar. Baik untuk tuntutan reformasi pertanian, pelawan pemerintahan, hingga isu kebebasan sipil, jumlah dan skala protes dalam satu dekade terakhir mencapai ratusan ribu orang dalam berbagai kota besar.

Meski demikian, data spesifik jumlah aksi protes belum tersedia, namun tren global menunjukkan India sebagai hotspot sosial massal.

Baca juga :
DPR Dorong Pemerintah Beri Kepastian Status Guru Honorer

2. Amerika Serikat

Di AS, ribuan aksi demonstrasi telah terjadi. Menurut data, lebih dari 2.100 aksi diikuti oleh sekitar 5 juta orang hanya dalam satu hari Juni 2025, banyak di antaranya menanggapi ketegangan politik dan kebijakan kontroversial pemerintah.

3. Prancis

Prancis tak asing dengan aksi massa besar—dari protes `Yellow Vests` hingga demonstrasi guru dan mahasiswa.

Riset global memperlihatkan peningkatan tajam dalam jumlah protes sejak awal dekade, terutama terkait ketimpangan sosial dan reforma ekonomi.

4. Hong Kong (Tiongkok)

Hong Kong terkenal karena intensitas demonstrasi sejak awal 2010-an, mulai dari protes omnibus hingga 2019 yang melibatkan jutaan orang dan berujung pada reformasi politik. Bahkan pada tahun 2016 tercatat puluhan ribu protesasi publik besar dalam satu tahun.

5. Serbia (dan Balkan)

Serbia dan negara-negara Balkan lainnya mencatat peningkatan dramatis aksi jalanan dalam 2024–2025. Di Serbia saja, sejak November 2024 telah terjadi lebih dari 660 demonstrasi besar, dengan puncaknya diikuti hingga 100.000 warga di Beograd.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Demo Darurat Militer Negara Aksi Massa

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777