Ilustrasi - Ilmuwan Temukan Cacing Parasit yang Bisa Matikan Rasa Sakit (Foto: Science Alert)
Jakarta, Jurnas.com - Cacing parasit air tawar Schistosoma mansoni punya cara unik untuk menyerang tubuh manusia: ia masuk tanpa menimbulkan rasa sakit sama sekali. Kini, para ilmuwan tahu bagaimana trik biologis ini bekerja—dan temuannya berpotensi membuka jalan bagi pengembangan obat pereda nyeri non-opioid.
Larva S. mansoni mampu menembus kulit manusia tanpa memicu rasa gatal atau nyeri, membuatnya sulit terdeteksi. Begitu masuk, parasit ini berkembang biak dan menyebabkan skistosomiasis, penyakit kronis yang memengaruhi ratusan juta orang di dunia.
Penelitian dari Tulane School of Medicine menemukan bahwa parasit ini menghasilkan molekul khusus yang menekan aktivitas neuron TRPV1+, jenis saraf sensorik yang berperan dalam mendeteksi panas, gatal, nyeri, hingga ancaman biologis seperti patogen dan alergen. TRPV1+ juga berperan dalam memicu respon imun.
“Jika kita bisa mengisolasi molekul yang digunakan cacing ini untuk menekan TRPV1+, ini bisa jadi alternatif pengobatan nyeri yang lebih aman dibandingkan opioid,” ujar imunolog De`Broski Herbert.
Untuk menguji hipotesis ini, peneliti menggunakan tikus sebagai model. Beberapa kelompok tikus terinfeksi S. mansoni, sementara kelompok lainnya tidak. Peneliti kemudian menguji ambang rasa sakit dengan meletakkan kaki tikus di atas sumber panas ringan, cukup untuk memicu reaksi tanpa menyebabkan luka.
Hasilnya, tikus yang terinfeksi menunjukkan toleransi nyeri lebih tinggi. Kultur neuron dari cairan tulang belakang juga menunjukkan bahwa kelompok terinfeksi merespons lebih lemah terhadap capsaicin—senyawa dalam cabai yang memicu sensasi panas.
Penemuan ini membuka peluang tak hanya untuk mengembangkan pereda nyeri baru, tapi juga strategi pencegahan infeksi skistosomiasis. Misalnya, krim topikal yang mampu mengaktifkan TRPV1+ di kulit bisa mencegah cacing masuk lewat air yang terkontaminasi.
Namun, Herbert mengingatkan bahwa penggunaan molekul ini dalam terapi harus dikaji lebih lanjut, karena menekan sistem imun juga bisa berisiko.
Penelitian akan dilanjutkan untuk mengidentifikasi secara detail molekul yang diproduksi S. mansoni dan bagaimana tepatnya mereka bekerja dalam menekan neuron TRPV1+. Temuan ini telah dipublikasikan di jurnal The Journal of Immunology. (*)
Sumber: Science Alert
Kamis, 07/05/2026 08:35 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB
Kamis, 07/05/2026 08:48 WIB