https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Masuknya Starlink Bakal Dorong Operator Lokal Tingkatkan Layanan

Untung Subagja | Jum'at, 03/05/2024 23:05 WIB



Usman menjelaskan, masuknya Starlink telah melalui kajian yang matang, termasuk dari sisi aspek ekonomi Penduduk setempat menggunakan terminal Starlink di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di Chasiv Yar, wilayah Donetsk, Ukraina, 31 Januari 2023. Foto: Reuters

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong menilai masuknya perusahaan penyedia jasa telekomunikasi asal Amerika Serikat Starlink ke Indonesia akan mendorong operator seluler lokal untuk meningkatkan layanan mereka.

"Dengan adanya perusahaan asing masuk, apapun itu, dalam hal ini Starlink, maka ini akan mendorong operator seluler lokal kita meningkatkan layanannya," ujar Usman di Jakarta, Jumat (3/5/2024).

Usman menjelaskan, masuknya Starlink telah melalui kajian yang matang, termasuk dari sisi aspek ekonomi. Salah satu pertimbangan utama adalah apakah kedatangan perusahaan asing tersebut akan mengganggu atau menggerus operator-operator lokal yang sudah ada di Indonesia.

Baca juga :
Pakar Sodorkan Dua Terapi Tingkatkan Kesembuhan Kanker Anak

"Tentu ini sudah melalui kajian dan ini kita tata supaya kompetisinya itu dalam istilah ekonomi bukan persaingan sempurna. Kalau persaingan sempurna biasanya itu ada yang tewas. Tapi kalau persaingan ditata dengan baik maka yang terjadi adalah kepentingan publik akan diutamakan, pelayanan akan diutamakan," ucapnya.

Usman menegaskan, kompetisi seharusnya tidak dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas layanan.

Baca juga :
Bukan Sekadar Sumbatan Arteri, Ini Pemicu Stroke Lakunar Menurut Studi

Adapun penataan kompetisi bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya penataan lokasi. Starlink, kata dia, bisa melayani di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah-daerah yang belum terjangkau internet di Indonesia.

Berdasarkan perhitungan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), saat ini baru 78,9 persen penduduk Indonesia yang memiliki akses ke internet. Artinya, masih ada sekitar 21 persen masyarakat yang belum terjamah akses telekomunikasi tersebut.

Baca juga :
Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Senin, Simak Penjelasan hingga Hukumnya

"Berarti masih ada 21 sekian (persen). Nah 21 (persen) ini ada di mana orang-orang ini? Bisa di situ Starlink akan masuk," ujar dia.

Usman menekankan agar operator seluler lokal tidak perlu takut atau khawatir terhadap kompetisi yang akan terjadi dengan masuknya Starlink ke Indonesia.

Apabila tidak ada kompetisi, hal tersebut justru akan menimbulkan praktik monopoli yang bisa membuat iklim Industri menjadi tidak berkembang.

"Kalau monopoli itu di zona aman namanya, kita tidak berkembang, tidak berubah. Jadi jangan khawatir ya karena pemerintah akan menata persaingannya seperti apa dan yang kedua persaingan itu akan meningkatkan pelayanan," ucap dia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Starlink Operator Kominfo

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777