pakaian yang dikenakan pemain catur
Kandhar bahkan mengungkapkan kemarahannya atas apa yang terjadi pada anak asuhnya pada turnamen di Putrajaya, Malaysia. Menurutnya, tuduhan kepada gadis itu sangat berlebihan lantaran pakaian yang dikenakan gadis tersebut jauh dari kata `menggoda` apalagi keputusan itu sangat merugikan baginya dan gadis tersebut.
"Kejadian ini telah mengakibatkan terbuangnya waktu dan uang yang telah diivestasikan, sebelum dan selama turnamen seperti biaya pembinaan, biaya registasi, perjalanan, akomodasi dan biaya-biaya yang dikeluarkan lainnya. Bahkan merugikan bagi pemain," ungkap Kandhar dalam akun pribadinya, sebagaimana dilansir pada Metro.
Kaushal juga menambahkan ia telah bermain catur di Malaysia selama hampir 20 tahun tak pernah menyaksikan insiden seperti itu terjadi. "Ini merupakan kali pertama terjadi dalam kejuaraan catur selama pengalamanku di olahraga ini," ungkap Kaushal.
Juru bicara federasi Catur Malaysia mengungkapkan pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut karena mendapat laporan resmi dari ibu sang anak yang sedikit berbeda dari unggahan sang pelatih.