https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jangan Terlalu Sering Ngopi, Itu Bisa Menghambat jadi Kaya

Redaksi | Jum'at, 22/09/2023 04:01 WIB



Sering minum kopi setiap harinya diluar rumah, bisa disebut dengan pemborosan. Untuk itu, pentingnya pandai memanage uang agar ditabung atau lakukan investasi. Kopi ( Foto : Detik )

Jakarta, Jurnas.com - Ngopi adalah kegiatan yang harus dilakukan di rumah, bahkan kini juga dilakukan diluar rumah sembari ngobrol bersama rekan dan kerja. Sejak itulah, kedai kopi bermunculan pesat ke seluruh dunia. 

Dapat dilihat di masa kini. Minum atau membeli produk kopi dari kafe sudah menjadi budaya baru yang tak bisa dilepaskan. Itu semua dibarengi dengan masifnya pembukaan kafe yang menjajakan kopi.

Dikutip situs Statista menyebut terdapat 2.331 outlet kopi di seluruh Indonesia pada 2020. Seluruhnya menjadi sahabat setia para pekerja, mahasiswa, atau pelajar dalam berkegiatan. Mereka rutin membeli kopi yang berharga paling murah Rp 15 ribu itu. 

Baca juga :
Gayo Wine Bikin Jadi Primadona di Pameran Kopi Jepang

Sementara, menurut pakar finansial kebiasaan ini justru membuat waktu orang untuk kaya raya bisa makin lama. Membeli kopi adalah pengeluaran kecil yang sering dilakukan orang.

Masalahnya, orang sering kali lupa bahwa keluarnya uang untuk minum kopi setiap harinya bisa memberikan hasil besar jika digunakan dengan baik. Apabila uang itu dialihkan ke hal-hal produktif, maka uang tersebut bisa membuat pundi-pundi kekayaan kita bertambah.

Baca juga :
Lima Efek Minum Kopi Pahit Setiap Hari

Dengan kata lain, membeli kopi di kafe adalah upaya pemborosan, terutama di kalangan anak muda.  Justru, hanya menyeduh kopi di rumah lebih murah, ketimbang membelinya di tempat lain sama saja dengan menghambur-hamburkan uang. Padahal, uangnya bisa menjadi sesuatu bermanfaat jika tidak disia-siakan begitu saja.

Meski begitu, sah-sah saja membeli kopi di kafe asalkan pengeluarannya tercatat sehingga bisa menjadi evaluasi sebagai bentuk kesadaran diri.

Baca juga :
KopDarWill Bedahan, Ngopi Bareng yang Satukan Warga

Dan yang terpenting, dari pembelian kopi setiap harinya harus disertai dengan kemampuan yang sepadan. Maksudnya, jangan sampai berhutang atau menunda kewajiban pembayaran hanya untuk secangkir kopi. 

Lebih lanjut, menurut penulis buku Rich Kids: How to Raise Our Children to Be Happy and Successful in Life Tom Corley, membeli kopi setiap hari tidak menjadi masalah.

Asalkan dibarengi juga dengan kebiasaan menabung atau berinvestasi, sehingga tetap berada di jalur keuangan jangka panjang. Jika dua hal itu sudah terpenuhi, maka boleh saja menghabiskan uang self-healing, seperti liburan, berbelanja, termasuk membeli kopi.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kopi Gaya Hidup

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777