https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Diskusi Literasi Digital di Acara HUT Kemerdekaan RI di Pandeglang, Ajak Warga Tak Mudah Terprovokasi Hoaks

Syafira | Jum'at, 18/08/2023 11:13 WIB



Diskusi Literasi Digital di Acara HUT Kemerdekaan RI di Pandeglang, Ajak Warga Tak Mudah Terprovokasi Hoaks Ilustrasi sosial media (Foto:lpmkinday)

Jurnas.com – Memahami etika digital dapat membantu seseorang untuk mengarahkan sikap dan perilaku. Etika sebagai sistem nilai dan norma moral yang menjadi pegangan individu atau kelompok, dinilai mampu menjaga keutuhan dan persatuan bangsa sehingga tidak mudah terprovokasi informasi negatif (hoaks).

”Dapat membedakan motivasi dan mencari kebenaran informasi lebih dulu, merupakan salah satu cara melawan informasi negatif di internet,” tutur Gunara Daradjat, saat menjadi narasumber dalam diskusi literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika di tengah acara Pesta Rakyat Cibaliung (PRC) Reborn 2023, di Lapangan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (17/8).

Plt. Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang itu mengatakan, untuk melawan informasi dan konten negatif warganet juga perlu melakukan penyaringan informasi, serta dapat mengendalikan keinginan dalam mengakses informasi. ”Jangan mengakses informasi yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Baca juga :
DPR Minta Pemerintah Kendalikan Informasi Konflik Wamena

Dalam diskusi luring (offline) yang ”chip in” di rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-78 itu, Gunara berharap warganet cerdas dan mampu bersikap bijak agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks. Salah satunya, dengan memperhatikan keaslian sumber berita.

”Hal pertama yang harus dilakukan saat menerima suatu informasi di media, Anda harus tahu sumber atau alamat situs beritanya. Sebab, banyak penyebar berita hoaks yang membuat tampilan halaman berita tampak mirip dengan situs aslinya,” jelas Gunara dalam diskusi bertajuk ”Menghidupi Persatuan Indonesia: Jangan Mudah Terprovokasi di Era Luapan Informasi!” yang dipandu moderator Joan Permana itu.

Baca juga :
Cerita Tri Suaka dan Nabila Maharani Akhirnya Punya Album Fisik

Kiat selanjutnya, menurut Gunara, baca seluruh berita (bukan hanya judul), berpikir kritis dan logis, lihat dari perspektif berbeda, kurangi komentar negatif (tidak sembarangan komentar). ”Dan, hal paling penting bagi pengguna internet adalah menjaga privasi pribadi sebaik mungkin,” pungkas Gunara Daradjat.

Dari perspektif kecakapan digital, dosen Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten Neka Fitriyah mengatakan, kabar bohong dapat dilawan dengan cara memahami mesin pencarian maupun aplikasi percakapan dan media sosial.

Baca juga :
Saudi Perluas Fitur Tawakkalna, Izin Haji Dapat Diakses Langsung

”Pahami proses kerja mesin pencarian, gunakan mesin pencarian informasi dan filter pembatasan, pakai kata kunci efektif, pahami juga gangguan informasi, dan fitur cek fakta. Selain itu, pahami kelebihan dan kekurangan setiap aplikasi media sosial dan fiturnya,” sebut Neka Fitriyah.

Sementara itu, pembina Komunitas Film Pramuka (KFP) Habibie Yukezain mengatakan, agar tidak terprovokasi informasi negatif, warganet perlu memiliki pemahaman terkait kompetensi keamanan digital. Kompetensi itu meliputi keamanan perangkat, identitas digital, penipuan digital, maupun rekam jejak digital.

”Tips aman bermedia digital, di antaranya: kenali secara saksama dengan siapa kita berkomunikasi di internet, hati-hati saat belanja online, gunakan antivirus khususnya di perangkat komputer, pastikan orang-orang di sekitar kita (misal: keluarga dan karyawan) juga memiliki pemahaman yang sama terkait keamanan digital,” jelas Habibie Yukezain.

Untuk diketahui, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo tersebut mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan kanal YouTube Literasi Digital Kominfo.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemenkominfo IMCD Digital Hoaks Diskusi Literasi

Terpopuler

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777